Mentan: Tidak Ada Alasan Harga Telur dan Ayam Naik

ant, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 17:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 05 320 1906863 mentan-tidak-ada-alasan-harga-telur-dan-ayam-naik-7elJB3Lkqq.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan tidak ada alasan untuk harga ayam dan telur di Tanah Air mengalami kenaikan karena tingkat produksi sudah lebih dari cukup bahkan sampai pernah diekspor.

"Ayam dan telur dulu sempat ada kenaikan tetapi sekarang mulai turun, tidak ada lagi alasan untuk naik," kata Amran Sulaiman di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Mentan mengingatkan bahwa pada tahun lalu ketika tidak ada ekspor produk ayam dan telur dari Indonesia ke luar negeri, harga relatif tidak mengalami kenaikan.

Karena itu, ujar dia, pada saat ini di mana Indonesia juga sempat mengekspor produk olahan daging ayam maka seharusnya pada tahun ini juga harga tidak mengalami lonjakan.

 

Untuk itu, Amran juga menginginkan agar berbagia pihak yang bergerak di bidang perdagangan komoditas tersebut dapat menjaga agar harga stabil sehingga juga bisa dinikmati oleh warga terutama pada masa menjelang datangnya hari raya Idul Fitri tahun 2018 ini.

Sebagaimana diwartakan, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Senin (4/6) mengatakan, kenaikan harga daging ayam ras, telur ayam ras, dan tarif tiket angkutan udara berdampak pada tingkat inflasi Mei 2018 yang tercatat sebesar 0,21%.

"Komoditas bahan makanan yang menyebabkan inflasi adalah daging ayam ras dengan andil 0,07%, telur ayam ras dengan andil 0,06%, ikan segar dengan andil 0,03% dan bawang merah dengan andil 0,02%," ujarnya.

 Satgas Pangan Lampung Sidak Peredaran Daging Berformalin Jelang Natal dan Tahun Baru

Meski demikian, terdapat kelompok bahan makanan yang mengalami penurunan harga dan ikut menekan inflasi pada Mei yaitu cabai merah, bawang putih, beras dan cabai rawit.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Satuan Tugas (Satgas) Pangan dapat menelusuri adanya potensi kartel ayam yang menjadi pemicu tingginya harga daging dan telur ayam.

"Kami minta Satgas Pangan sinergi, karena selalu ada cerita kartel. Kami minta beri sanksi yang seberat-beratnya," kata Menteri Amran usai ditemui di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta.

Mentan menjelaskan, seharusnya harga daging dan telur ayam stabil bahkan menurun karena produksi melebihi kebutuhan nasional, bahkan Indonesia telah mengekspor daging ayam olahan ke Jepang.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini