nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Naik Ditopang Kekuatan Saham Energi

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 22:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 07 278 1907993 wall-street-naik-ditopang-kekuatan-saham-energi-D4tNInfLgP.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

NEW YORK - Wall Street dibuka naik pada pembukaan perdagangan Kamis waktu setempat. Hal ini dorong peningkatan saham energi di tengah penurunan sektor tekenologi dan perusahaan makanan kemasan.

Melansir Reuters, Kamis (7/6/2018), indeks Dow Jones Industrial Average naik 112,42 poin, atau 0,45% ke level 25.258,81, indeks S&P 500 naik 7,13 poin, atau 0,26% ke 2,779.48 dan indeks Nasdaq Composite naik 3,05 poin, atau 0,04% ke 7.692.29.

Naiknya harga minyak mentah Brent lebih dari 1% karena kekhawatiran tentang penurunan ekspor dari Venezuela mendorong indeks energi S&P naik lebih dari 1,1%.

 Banteng Wall Street, Salah Satu Ikon Terpopuler Kota New York

Sementara itu, saham optik dan beberapa produsen chip juga menguat setelah Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan Washington telah mencapai kesepakatan dengan pembuat peralatan telekomunikasi nomor 2 di China, ZTE, yang akan memungkinkannya untuk melakukan bisnis lagi dengan pemasok AS.

Saham Qualcomm dan NXP Semiconductors naik masing-masing 2,6% dan 6,2%. Akuisisi NXP senilai USD44 miliar oleh Qualcomm masih dalam peninjauan oleh regulator pasar China, meskipun ada beberapa tanda kemajuan karena China dan Washington bernegosiasi tentang perdagangan dalam sebulan terakhir.

"Itu akan menjadi bullish untuk salah satu pemasok ke ZTE, tetapi yang lebih penting adalah bullish untuk setiap saham transaksi yang menunggu persetujuan regulator," kata Kepala Strategi Pasar Art Hogan di New York.

 

Sementara itu, pelemahan di sektor teknologi seperti Facebook, Intel dan Apple membebani indeks teknologi S&P yang turun 0,3%.

"Kami mengalami kenaikan signifikan akhir-akhir ini dan dibutuhkan katalis yang cukup signifikan untuk menggerakkan kami lebih tinggi," tambah Hogan.

Di sisi lain, investor juga akan memantau pertemuan KTT G7 yang dimulai di Kanada pada Jumat. Hal ini terkait tentang ketegangan perdagangan dan tarif yang melemahkan pasar saham hingga Februari dan Maret.

Pertemuan dua hari tersebut akan menjadi kesempatan pertama bagi para pemimpin dunia untuk menghadapi Trump secara pribadi, karena tarif AS pada impor baja dan aluminium dari Kanada, Meksiko dan Uni Eropa diberlakukan pekan lalu. Keenam negara G7 lainnya seperti Inggris, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, dan Jepang dikenakan tarif.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini