nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penumpang KRL Diprediksi Tembus 13,9 Juta Orang Selama Lebaran

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 18:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 07 320 1907920 penumpang-krl-diprediksi-tembus-13-9-juta-orang-selama-lebaran-afrygSr8UJ.jpg Foto: Prediksi Penumpang KRL saat Lebaran (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) memperkirakan adanya lonjakan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek pada periode Lebaran. Tahun ini, penyedia jasa angkutan kereta komuter ini memprediksi jumlah penumpang KRL Jabodetabek mencapai 13.926.408 orang.

Direktur Utama KCI Wiwik Widayanti mengatakan, tahun lalu penumpang KRL Jabodetabek selama musim Lebaran mencapai 12.861.478 orang.

"Dengan melihat tren pertumbuhan penumpang pada setiap musim Lebaran, diprediksi pada musim Lebaran tahun ini akan meningkat 8% dari tahun 2017," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/6/2018).

 Serunya Fashion Show di Dalam KRL saat Hari Kartini

Wiwik melanjutkan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang maka pihak KCI melakukan berbagai persiapan. Dalam angkutan Lebaran tahun ini perseroan menyiapkan 233 unit vending machine, 192 loket manual, dan 381 loket portable yang disebar di 79 stasiun untuk memudahkan transaksi penumpang.

"Loket portable sendiri akan difungsikan di stasiun-stasiun yang berpotensi terjadi kenaikan jumlah penumpang antara lain Bogor sebanyak sembilan unit, Bekasi dua unit, Jakarta Kota empat unit, dan Rangkasbitung sejumlah tiga unit" ujar dia.

Wiwik juga mengimbau, pengguna KRL Jabodetabek untuk mengutamakan keselamatannya. Sebab, pengguna KRL selama pelayanan angkutan Lebaran sebagian besar adalah pengguna yang tidak rutin naik KRL. Biasanya para pengguna juga berjalan dalam kelompok maupun rombongan bersama keluarga dan kerabat dengan tujuan bersilaturahmi ke saudara atau mengunjungi tempattempat wisata.

 

Dengan karakteristik tersebut, Wiwik menyebut, para pengguna perlu memperhatikan sejumlah hal agar perjalanan tetap aman dan nyaman. Hal paling utama adalah selalu prioritaskan keselamatan dengan tidak memaksakan diri naik ke dalam KRL yang sudah penuh serta mendahulukan penumpang yang turun dari kereta.

"Penumpang diharapkan mengawasi selalu putra dan putrinya, menjaga barang bawaan, serta selalu menuggu KRL di belakang garis aman peron yang berwarna kuning," kata Wiwik.

Wiwik juga mengimbau penumpang untuk menjaga kebersihan KRL. Dalam hal ini partisipasi dari para pengguna dengan tidak makan, minum, dan membuang sampah di dalam KRL sangat penting. Terakhir para pengguna juga dihimbau untuk selalu menjaga ketertiban bersama dengan memahami dan mengikuti aturan serta tata tertib yang ada dalam menggunakan KRL.

"Aturan tersebut termasuk pembelian dan penggunaan tiket, ukuran barang bawaan, serta selalu memberikan tempat duduk bagi para pengguna prioritas, yaitu ibu hamil, ibu dengan bayi dan balita, orang lanjut usia, serta pengguna dengan disabilitas," pungkas dia.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini