nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masyarakat Masih Andalkan Kendaraan Pribadi untuk Mudik, Apa Alasannya?

ant, Jurnalis · Kamis 07 Juni 2018 21:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 07 320 1907975 masyarakat-masih-andalkan-kendaraan-pribadi-untuk-mudik-apa-alasannya-rgpUcmmBsW.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memprediksi penggunaan kendaraan pribadi untuk arus mudik menjelang Idul Fitri 1439 H masih cukup tinggi yakni sebesar 12,24 juta kendaraan atau naik 27,7%.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono menyebutkan penggunaan mobil pribadi masih meningkat sekitar 16,7% dan motor 33,3%.

"Penggunaan kendaraan pribadi memang masih cukup tinggi karena alasan aksesibilitas yang lebih mudah. Ini tantangan untuk angkutan massal supaya lebih kreatif," kata Bambang dalam diskusi FMB 9 di Kementerian Kominfo Jakarta, Kamis (7/6/2018).

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik terjadi mulai Jumat 8 Juni 2018 dan Sabtu 9 Juni 2018 mengingat cuti bersama diperpanjang menjadi tanggal 11-14 Juni 2018. Adapun prediksi total penumpang yang menggunakan angkutan umum pada arus mudik 2018 ini sebanyak 19,5 juta atau naik 5,17% dibandingkan tahun sebelumnya.

 Menhub Budi Karya Tinjau Persiapan Posko Mudik Lebaran 2018

Bambang memaparkan peningkatan penumpang menggunakan bus masih terbilang kecil sebesar 0,98% menjadi 4,28 juta orang. Sementara itu, penumpang menggunakan kereta api meningkat 7,5%; kapal laut 2,7%; dan pesawat udara 8,47%.

Dengan prediksi tersebut, Kemenhub mencatat kapasitas tersedia untuk angkutan Lebaran 2018 sebanyak 42,88 juta penumpang.

Sarana yang disiapkan terdiri atas bus 49.613 unit, kapal ro-ro 207 unit, kereta api reguler sebanyak 353 kereta dan tambahannya 40 kereta, pesawat udara 537 unit, dan kapal laut 1.293 unit baik yang disediakan oleh ASDP dan PT Pelni.

 Pemudik Mulai Memadati Stasiun Pasar Senen

Kementerian Perhubungan mulai Kamis, telah membuka Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2018 yang merupakan sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik dengan Kementerian PUPR, Jasa Marga, Korlantas Polri, Jasa Marga, dan stakehoders lainnya.

"Di posko ini kita bisa memonitor arus kendaraan yang ada saat masa mudik Lebaran dan arus balik. Pada H+8, tepatnya pada 24 Juni 2018, Posko Kemenhub dibubarkan," kata Bambang.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini