nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pantauan BI: Inflasi Lebaran Diprediksi 0,22%

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 15:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 08 20 1908283 pantauan-bi-inflasi-lebaran-diprediksi-0-22-3XDIB7tqhz.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia memprediksi inflasi bulan Juni diprediksi berada di kisaran 0,22%. Hal ini berdasarkan hasil survei pemantauan harga (SPH) Bank Sentral minggu pertama bulan Juni di beberapa kota Indonesia.

"Dari pemantauan harga sampai Minggu pertama Juni , kita estimasi pada Juni terjadi inflasi 0,22% month to month (mtm)," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Adapun secara kumulatif, dari Januari hingga Juni tercatat 1,53% ytd. Sedangkan secara tahunan sebesar 2,75% yoy. "Ini menunjukkan harga-harga tetap terkendali dan rendah," imbuhnya.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

Dia menjelaskan, kondisi ini didorong harga kelompok bahan pangan yang rendah. Hal tersebut terjadi pada komoditas cabai merah, cabai rawit, bawang putih, dan minyak goreng yang mengalami deflasi.

Kondisi inflasi yang terkendali ini, dinilai Perry karena adanya koordinasi yang baik antara BI dan pemerintah pusat serta daerah dalam menjaga ketersediaan bahan pangan. Sedangkan, angkutan udara dan angkutan antar kota menjadi penyumbang inflasi terbesar. Hal ini, kata Perry, memang terjadi secara musiman menjelang Lebaran.

"Jelang Lebaran, secara musiman, angkutan udara dan angkutan antar kota menyumbang inflasi relatif tinggi," katanya.

Inflasi 2017 Tercatat 3,61%, Dianggap Masih Aman

Dia menyebutkan, peningkatan harga angkutan udara dan antar kota mengambil andil inflasi 0,08%. Adapun angkutan udara dan antar kota merupakan harga yang dikendalikan pemerintah atau adminsitered price. Sehingga, dirinya meyakini pemerintah akan melakukan kebijakan untuk mengatur peningkatan musiman ini.

"Ini adalah musiman. Ini hal yang wajar, karena sudah ada yang pesan tiket dan perjalanan mudik. Saya yakin kementerian terkait ada langkah kebijakan pengaturnya," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini