Indeks Dolar AS Masih Tertekan Penguatan Euro

ant, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 07:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 08 278 1908079 indeks-dolar-as-masih-tertekan-penguatan-euro-r4C2Y67Cps.jpg Dolar (Foto: Reuters)

NEW YORK - Kurs dolar AS terus melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena euro meningkat lebih lanjut untuk sesi keempat berturut-turut, menyusul berita bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan mengurangi stimulus moneter tahun ini.

Mata uang bersama naik 0,25% terhadap dolar AS di akhir perdagangan, di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan terbesar terhadap dolar AS sejak pertengahan Februari. Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,22% menjadi 93,408 pada akhir perdagangan.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53% 

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1808 dari USD1,1769 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,3426 dari USD1,3410 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7620 dari USD0,7663.

Dolar AS dibeli 109,73 yen Jepang, lebih rendah dari 110,19 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9803 franc Swiss dari 0,9859 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2979 dolar Kanada dari 1,2950 dolar Kanada.

 Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Kepala ekonom ECB Peter Praet mengatakan bahwa bank sentral akan membahas apakah akan melonggarkan pembelian obligasi secara bertahap dalam pertemuan kebijakan 14 Juni mendatang, menurut Reuters.

Kata-katanya diulang oleh beberapa pejabat ECB lainnya. Presiden bank sentral Belanda Klaas Knot mengatakan, tidak ada alasan untuk melanjutkan program pelonggaran kuantitatif. Jens Weidmann, kepala bank sentral Jerman, juga mengatakan bahwa harapan ECB akan mengurangi program pembelian obligasi pada tahun ini adalah masuk akal.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini