nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nilai Akuisisi Pertagas oleh PGN Masih Dibahas

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 21:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 08 320 1908461 nilai-akuisisi-pertagas-oleh-pgn-masih-dibahas-qDYsh5AUEw.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengungkapkan nilai akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) tidak lebih dari USD2,5 miliar atau sekira Rp3,5 triliun belum tuntas. Saat ini, nilai valuasi aset akui sisi Pertagas oleh PGN masih dalam pembahasan.

“Untuk nilai valuasi, kami belum bisa menyampaikan. Sampai saat ini nilai valuasi Pertagas integrasi ke PGN masih dalam pembahasan final,” kata Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama, di Jakarta.

Menurut dia, belum selesainya pembahasan final nilai valuasi menyebabkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PGN dibatalkan. Adapun RUPS digelar untuk memenuhi persyaratan sebagai perusahaan terbuka jika terdapat suatu transaksi material dengan tujuan mendapatkan persetujuan oleh para pemegang saham. “Jadi, karena valuasi masih dalam proses maka tahapan untuk menuju RUPS belum tercapai. Sebab itu, RUPS dibatalkan,” katanya.

 

Dia menjelaskan, pelaksanaan RUPS tersebut mengacu pada mekanisme Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) tentang jenis-jenis tran saksi. Pada aturan ter sebut disebutkan, jika nilai va luasi atau akuisisi mencapai 20%-50% dari ekuitas perusahaan, dibutuhkan persetujuan dari pemegang saham melalui RUPS.

“Sementara untuk dana akuisisi nanti kita akan lihat, dengan pendanaan PGN atau opsi lain menggunakan fasilitas pinjaman,” ujarnya.

 

Menurutnya, melalui akuisisi tersebut ke depan, tidak ada lagi duplikasi proyek, baik PGN maupun Pertagas. Keduanya terintegrasi ke dalam satu sub-holding migas PT Pertamina (Persero) baik dari sisi operasional maupun keniagaan.

“Kalau masing-masing masih tetap berjalan sendiri-sendiri maka tujuan efisiensi tidak akan tercapai. Proyek-proyek antara PGN dan Pertagas sudah mulai dipetakan sehingga tidak bertabrakan. Seluruhnya menjadi milik sub-holding gas, bukan lagi milik PGN ataupun Pertagas,” sebut dia.

Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara Fajar Harry Sampurno sebelumnya memperkirakan valuasi aset Pertagas tidak sampai USD2,5 miliar.

Menurut dia, dengan nilai valuasi aset tersebut, PGN tidak perlu melakukan RUPS untuk mengakuisisi Pertagas. “Jadi, enggak perlu persetujuan RUPSLB. Kalau di atas USD2,5 miliar, perlu persetujuan RUPSLB,” ujar dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini