Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan KTT G7

ant, Jurnalis · Sabtu 09 Juni 2018 10:18 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 09 278 1908574 dolar-as-menguat-di-tengah-ketegangan-ktt-g7-Lin9B5kaeU.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Kurs dolar AS (USD) menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah empat hari beruntun melemah. Hal tersebut karena para investor menjadi berhati-hati di tengah apa yang diperkirakan menjadi sebuah KTT G7 kontroversial.

Investor prihatin atas ketegangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya. KTT G7 diselenggarakan di Kanada mulai Jumat hingga Sabtu waktu setempat, di mana perdagangan diharapkan menjadi agenda utama.

Mata uang "safe haven" yen Jepang meningkat 0,2% terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Jumat (8/6). Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,14% menjadi 93,567 pada akhir perdagangan.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

Greenback telah berada di bawah tekanan dalam empat sesi sebelumnya, karena euro raeli menyusul berita bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) akan melepas program pembelian obligasinya dalam pertemuan 14 Juni mendatang.

Mata uang bersama melonjak lebih dari satu persen untuk minggu ini dan ditetapkan akan mencatat kenaikan mingguan terbesarnya sejak pertengahan Februari.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1768 dari USD1,1808 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3416 dari USD1,3426 di sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke USD0,7600 dari USD0,7620.

Dolar AS dibeli 109,47 yen Jepang, lebih rendah dari 109,73 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik ke 0,9852 franc Swiss dari 0,9803 franc Swiss, dan jatuh ke 1,2937 dolar Kanada dari 1,2979 dolar Kanada.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini