nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pedagang Parsel Musiman, Untung Rugi Bergantung Lokasi dan Cuaca

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 10 Juni 2018 13:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 10 320 1908849 kisah-pedagang-parsel-musiman-untung-rugi-bergantung-lokasi-dan-cuaca-QjOEPAnoUy.jpeg Parsel (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Hari raya menjadi momen bagi pedagang parsel musiman untuk meraup untung. Seperti diketahui tradisi mengucapkan selamat hari raya sering kali tak hanya berupa kata-kata, tapi juga melalui parsel.

Seperti pada momen Lebaran 2018, di mana mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam merayakannya. Itu berarti akan lebih banyak masyarakat yang berburu parsel. Hal ini pun membuat setidaknya 70 pedagang parsel di Cikini menjajakan jualannya sejak awal bulan puasa.

Namun, berjualan parsel secara musiman tak hanya menorehkan suka, misal dengan mendapat keuntungan. Tetapi juga duka, dari kondisi cuaca hingga berakhir kerugian. Seperti setiap pedagang parsel di sepanjang jalan Stasiun Cikini, meski di lokasi yang sama namun mengalami hal yang berbeda-beda.

Sepekan Jelang Lebaran Pedagang Parsel Kebanjiran Order

Adapun Pian, salah satu pedagang parsel khusus makanan, mengaku penjualan tahun ini jauh lebih banyak ketimbang Lebaran tahun lalu. Sejak awal bulan puasa hingga kini di H-7 parselnya pun sudah terjual sekitar 300 paket.

"Ramai tahun ini dari pada Lebaran tahun lalu. Penjualan tahun ini bagus. Pesanan naik 30%-40% dibandingkan tahun lalu," ujarnya kepada Okezone.

Namun siapa sangka, ternyata tak semua pedagang merasakan penjualannya lebih menguntungkan di tahun ini seperti yang dialami Pian. Arip, salah satu pedagang parsel menyebutkan, penjualan di Cikini bergantung pada lokasi penjualan. Di mana para pedagang parsel yang berderet di sepanjang jalan Stasiun Cikini mendapatkan posisi berjualan berdasarkan undian.

Sepekan Jelang Lebaran Pedagang Parsel Kebanjiran Order

"Faktornya satu, masalah tempat. Ini kan lokasinya ditentukan, kita musyawarah terus diundi," jelasnya.

Oleh sebab itu, lewat pengundian itu dia mendapat lokasi penjualan yang jauh dari letak strategis, yakni dekat pasar kembang Cikini, titik di mana pembeli datang. Arip sendiri menjual parsel makanan juga parsel keramik, yakni berisikan gelas dan piring bermotif cantik.

Untuk diketahui, posisi penjualan parsel dimulai dari trotoar pasar kembang Cikini hingga mendekati Bioskop Metropole.

"Saya bahagia tahun kemarin, karena dapat tempat yang lokasinya strategis dekat langsung dari awal pembeli datang," ungkapnya.

Pria yang juga berjualan kembang saat tak menjadi pedagang parsel musiman ini pun menyatakan, penjual-penjual dengan posisi yang semakin mendekati Bioskop Metropole pun lebih parah dari dirinya.

"Sekarang ya apes, posisi ke ujung ini, apalagi yang sampai di ujung sana, duh lebih pedih. Penjualan enggak sampai 20, kemarin saja saya cuma laku satu. Semoga sampai hari H bisa dapat 50," katanya.

Kondisi ini pun membuat dirinya harus kehilangan omzet hingga 80%. Bila tahun lalu dirinya pada H-7 sudah mendapatkan omzet belasan juta, kini bahkan menyentuh jumlah jutaan.

Sepekan Jelang Lebaran Pedagang Parsel Kebanjiran Order

"Tahun kemarin hari gini saya sudah beli baju baru, beli persiapan Lebaran. Sekarang sandal saya saja masih gini nih (sendal lama dan sedikit rusak). Gi mana mau belinya," kisahnya sambil berseloroh.

Arip pun menyatakan, enggan menjual setiap makanan di dalam parsel yang tak laku nanti. Dia akan membagikannya kepada kerabat maupun sahabatnya. Sedangkan untuk parsel keramik, akan dijualnya kembali pada Hari Raya Natal, Desember mendatang.

"Natal kan bisa jadi pedagang parsel lagi, jadi yang keramik bisa dijual saat momen Natal nanti," jelasnya.

Sepekan Jelang Lebaran Pedagang Parsel Kebanjiran Order

Lain halnya dengan Heni penjual parsel khusus keramik. Dia menceritakan, salah satu hal yang harus dihadapi sebagai pedagang parsel jenis ini, setiap kali cuaca hujan dirinya harus mengangkat setiap parsel, setidaknya mengamankan pada tempat untuk tidak terkena air hujan. Tentunya parsel-parsel ini tidaklah ringan.

"Ini kalau hujan jadi repotkan untuk pindahinnya ke tempat yang aman," ungkapnya.

Untuk diketahui, pedagang parsel di lokasi sepanjang Stasiun Cikini ini menjajakan dagangnya selama 24 jam sejak awal bulan puasa. Maka bagi masyarakat yang ingin membeli dapat datang pukul berapa pun karena mereka siap terus melayani pembelian.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini