Mulai 13 Juni Masuk Tol JORR hanya Sekali Bayar, Berapa Tarifnya?

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Juni 2018 21:24 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 11 320 1909432 mulai-13-juni-masuk-tol-jorr-hanya-sekali-bayar-berapa-tarifnya-1wzDo4ElwX.jpg Jalan Tol (Foto: Antara)

JAKARTA - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) akan mengintegrasikan tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Pengintegrasian akan dilakukan pada tanggal 13 Juni 2018 mulai pukul 00.00 WIB.

Kepala BPJT Herry TZ mengatakan, dengan adanya integrasi tersebut, penggunaan jalan hanya perlu membayar satu kali saja. Pembayaran sendiri dilakukan pada saat akan memasuki jalan tol.

Seperti diketahui, sebelumnya jika harus melewati tiap Gerbang Tol (GT), pengguna tol dikenakan tarif sesuai yang dilewati. Seusai kebijakan integrasi tarif JORR diberlakukan, GT Meruya dan GT Rorotan yang berada di tengah perjalanan akan dihapus.

“Dengan adanya integrasi ini hanya ada 1 kali transaksi saat masuk tol, di mana saja dengan tarif sama,” ujarnya saat ditemui dalam acara diskusi di Dafam Hotel, Jakarta, Senin (11/6/2018).

Kemacetan Panjang Tol JORR

Dia menjelaskan, tarif yang diberlakukan dalam integrasi JORR tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri PUPR nomor 380/KPTS/M/2018 tertanggal 5 Juni 2018 lalu. Dengan adanya aturan tersebut, maka tarif lama yang berlaku di Tol JORR tidak lagi berlaku.

Berdasarkan tersebut, tarif yang dikenakan untuk masuk tol JORR yakni Rp15.000 untuk golongan I. Dengan uang sebesar itu, masyarakat bebas melewati ruas JORR W1, JORR W2U, W2S, S, E1, E2, E3, Akses Tanjung Priok, Ulujami-Pondok Aren hanya diberlakukan tarif Rp15.000 untuk golongan I, atau kendaraan pribadi roda empat.

“Untuk golongan 2 dan 3, tarif yang kita kenakan Rp22.500 atau 1,5 kali dari golongan I, kemudian golongan 4 dan 5 sebesar 2 kali lipat dari golongan I, sebesar Rp30.000,” ucapnya.

Menurut Herry, dengan adanya aturan tersebut makan pendapatan yang didapat oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan lebih sedikit dari biasanya. Namun, Herry memastikan kepada BUJT pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah strategis.

Kemacetan Panjang Tol JORR

Salah satunya adalah rencana menindak tegas truk yang kelebihan muatan dan dimensi yang akan masuk tol. Pasalnya, ketika truk dengan muatan berlebih dilarang masuk tol, makan biaya pemeliharaan perbaikan jalan pada jalan tol akan berkurang.

Untuk mengawasinya, pemerintah akan menyiapkan alat timbang portabel untuk mendeteksi truk yang memiliki muatan berlebih. Mengenai mekanismenya pemasangan dan tempatnya masih akan dilakukan kajian.

“Kerusakan jalan overloading ini sangat masif, ini ditanggung badan usaha, pemeliharaan rekonstruksi jalan tol lebih awal menjadi beban,” ucapnya.

Selain itu lanjut Herry, pemerintah juga akan memberikan kebijakan perpanjangan konsesi untuk menutupi potensial lost. Jika tetap masih merugi, maka pemerintah juga akan memikirkan mengenai kemungkinan pemberian insentif.

"Itu lagi dikaji oleh Kemenkeu mengenai insentifnya. Apakah itu pajaknya atau keuangannya," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini