Penyederhanaan Golongan di Semua Ruas Tol Dilakukan Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 11 Juni 2018 21:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 11 320 1909441 penyederhanaan-golongan-di-semua-ruas-tol-dilakukan-tahun-ini-Q7OHKIQwJI.jpg Jalan tol. Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah memastikan penyederhanaan golongan kendaraan pada pembayaran tol akan mulai dilaksanakan pada tahun ini. Nantinya penyederhanaan golongan kendaraan pada tol ini akan tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kepmen PUPR).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ mengatakan, wacana penggabungan golongan tersebut terus dikaji. Diharapkan tahun ini sudah bisa diberlakukan

"Secara keseluruhan memang masih menunggu Peraturan. Harusnya tahun ini sih," ujarnya dalam acara diskusi di Dafam Hotel, Jakarta, Senin (11/5/2018).

Terus Bertambah, Volume Kendaraan Pemudik di Tol Cipali pada H-5 Lebaran

Herry melanjutkan, dengan adanya peraturan menteri tersebut secara otomatis golongan kendaraan di seluruh ruas tol di Indonesia akan berubah dari 5 menjadi 3. Herry menambahkan, adanya penggabungan golongan kendaraan ini bertujuan untuk melakukan penurunan tarif pada seluruh ruas tol di Indonesia. Dia memperkirakan dengan adanya rasionalisasi pada golongan, tarif tol bisa turun hingga 35% untuk golongan II dan III.

Adapun rinciannya adalah golongan I merupakan kendaraan pribadi dan tidak akan berubah. Sementara golongan II dan III nantinya akan digabungkan menjadi golongan II. Dan golongan III dan IV dan V akan digabungkan menjadi golongan III

Herry menambahkan, saat ini sendiri sudah ada beberapa ruas tol yang sudah memberlakukan penyederhanaan golongan kendaraan tersebut. Khususnya pada ruas-ruas tol yang baru diresmikan oleh Pemerintah.

Terus Bertambah, Volume Kendaraan Pemudik di Tol Cipali pada H-5 Lebaran 

"Yang rasionalisasi golongan itu kan sudah beberapa yang diberlakukan. Kaya ruas-ruas tol yang baru itu kan sudah tiga golongan. Solo Ngawi Wilangan itu kan sudah," jelasnya.

Mengenai potensial lost, Herry menyebut masih nantinya akan ditutupi lewat perpanjangan masa konsesi. Jika tetap masih merugi, maka pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan mengenai kemungkinan pemberian insentif.

"Itu lagi dikaji oleh Kemenkeu mengenai insentifnya. Apakah itu di pajaknya atau di keuangannya," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini