Pilot dan Karyawan Garuda Ancam Mogok Kerja Bulan Depan

Inews, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 11:41 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 13 320 1909977 pilot-dan-karyawan-garuda-ancam-mogok-kerja-bulan-depan-jgy6caW0OA.JPG Foto: Pesawat Garuda Indonesia (Okezone)

JAKARTA - Setelah memastikan menunda aksi mogok selama mudik Lebaran, Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk atau Sekarga bersama Asosiasi Pilot Garuda (APG) berencana melakukan mogok bulan depan.

“Kami menyatakan akan melakukan aksi mogok paling lambat pada minggu kedua bulan Juli tahun 2018, jika belum terdapat solusi dari pihak pemerintah,” kata Tomy Tampatty, Ketua Harian Sekarga melalui keterangan tertulis, Rabu (13/6/2018).

Keputusan ini diambil setelah serikat menilai para pilot dan karyawan tidak percaya dengan kepemimpinan Garuda saat ini yang dinakhodai oleh Direktur Utama Pahala Mansury. Tomy pun khawatir ketidakpercayaan ini akan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

Angkut Jamaah Haji, Garuda Indonesia Siapkan Armada Pesawat Sebanyak 14 Unit

“Kami sangat menghormati langkah dari pemerintah di bawah Bapak Menko Kemaritiman yang membantu menyelesaikan permasalahan mismanagement di tubuh Garuda Indonesia,” katanya.

Untuk itu, kata Tomy, serikat pilot dan karyawan akan menanti keputusan yang akan diambil di bawah pimpinan Luhut Pandjaitan. Rencananya, keputusan pemerintah soal Garuda akan keluar pada minggu pertama Juli 2018. Jika tidak puas, Tomy mengatakan, mogok akan dilakukan.

Sebelumnya, Sekarga dan APG yang tergabung dalam Sekretariat Bersama Serikat Karyawan Garuda memutuskan untuk menunda mogok saat musim Lebaran. Keputusan penundaan itu usai serikat bertemu dengan manajemen Garuda dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk Luhut Pandjaitan.

“Kami menyatakan sangat mendukung kegiatan operasional untuk kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018,” ucap Tomy.

Arus Mudik Bandara Soetta Diprediksi Terjadi Selasa 12 Juni 2018

Kemenko Kemaritiman membentuk satuan tugas (satgas) untuk menyelesaikan persoalan internal Garuda. Satgas itu terdiri dari manajemen Garuda, APG, Sekarga, dan unsur pemerintah lain seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan Kementerian Ketenagakerjaan.

Menurut Luhut, satgas ini diharapkan bisa menjembatani komunikasi antara manajemen dan serikat pekerja. Dia juga berharap satgas bekerja cepat dan menyelesaikan persoalan sebelum bulan depan.

Sementara Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Mansury mengapresiasi langkah serikat yang tidak jadi mogok menghadapi peak season selama mudik Lebaran. Menurut dia, setiap persoalan bisa diatasi asal kedua belah pihak siap berkomunikasi.

Selama ini, menurut Mantan Direktur PT Bank Mandiri Tbk itu, manajemen sangat terbuka melakukan komunikasi, baik secara individu maupun institusi. Dia yakin manajemen dan serikat pekerja memiliki tujuan yang sama yaitu membuat kinerja Garuda makin baik di masa mendatang.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini