nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

H-2 Lebaran, Penjual Gamis Kantongi Untung Puluhan Juta

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 16:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 13 320 1910056 h-2-lebaran-penjual-gamis-kantongi-untung-puluhan-juta-Wq7KapYtIh.jpeg Pasar Tanah Abang (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Pasar Tanah Abang menjadi tempat favorit untuk belanja kebutuhan Lebaran, di antaranya baju gamis. Pembelian baju gamis pun mengalami peningkatan saat menyambut Lebaran dibandingkan hari biasanya.

Seperti yang dirasakan Unang, salah pemilik toko bernama 'Ghina' yang khusus menjual baju gamis. Dia mengaku penjualan mengalami peningkatan tertinggi pada satu bulan sebelum puasa. Penjualan di dominasi secara grosir.

"Paling ramai itu justru sebulan sebelum puasa. Mereka (pembeli) stok buat dijual lagi jelang Lebaran. Itu per hari-nya omzet mencapai Rp50 juta," jelas Unang kepada Okezone di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Rabu (13/6/2018).

tanah abang

Dia menyatakan, selama bulan puasa pembeli rata-rata hanya secara eceran, sehingga omzet yang didapat pun tak setinggi satu bulan sebelum puasa. Kendati demikian, dia mengakui pendapatan ini tetap jauh lebih tinggi ketimbang hari biasanya.

"Hari biasa kan paling dapat Rp10 juta per hari. Sebulan sebelum bulan puasa itu kesempatannya. Bulan puasa dari awal sampai sekarang santai, dapat omzet Rp25 juta per harinya," ungkap dia.

Gamis yang diproduksi sendiri di Bandung ini pun dijual mulai dari kisaran Rp70.000 hingga Rp150.000 per potong. Dia mengakui, penjualan di jelang Lebaran ini tak mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. "Sama saja omzetnya kayak tahun lalu, naik sedikit paling 2%-3% doang," katanya.

tanah abang

Sementara itu, Adit, salah satu penjual mukena di Tanah Abang menyatakan, penjualannya tak bergerak banyak dibandingkan hari biasa.

"Omzet-nya di hari biasa sama sekarang enggak jauh beda. Masih sekitar Rp2 juta per hari," katanya.

Menurut Adit, kondisi ini karena lokasi tokonya yang jauh dari pintu keluar masuk pengunjung. Hal ini menyebabkan kesempatan pengunjungan ke tokonya jauh lebih rendah.

"Karena lokasinya sih. Kan yang dekat pintu itu banyak juga yang jualan, jadi mereka ke sana dulu," jelasnya.

Adit menjual mukena seharga Rp70.000 hingga Rp1 juta per potong. Pembelian terbanyak pun pada mukena seharga Rp150.000-Rp300.000.

"Yang sampai Rp1 juta itu yang bahan sutra Padang. Ga banyak peminatnya. Paling banyak yang dibeli itu harga Rp150.000-Rp300.000," sebutnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini