Sharp dan Nokia Siap Tambah Investasi, Rekanan Komponen Xiaomi Lirik Batam

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 21:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 13 320 1910167 sharp-dan-nokia-siap-tambah-investasi-rekanan-komponen-xiaomi-lirik-batam-0UKciWwGYh.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menyebut perusahaan elektronik asal Jepang yakni Sharp Coorporation siap meningkatkan investasinya di Indonesia. Keputusan tersebut terjadi ketika Menteri Perindustrian Airlangga hartarto bertemu dengan CEO Sharp Corp Tai Jeng Wu.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang potensial bagi perusahaan mereka untuk mengembangkan bisnisnya. Apalagi selama ini, beberapa produk Sharp begitu digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

“Mereka melihat Indonesia merupakan pasar potensial yang besar dan bisa menjadi basis manufaktur untuk meningkatkan daya saing produknya guna memenuhi kebutuhan pasar domestik dan global,” ujarnya melalui keteranagan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (13/6/2018).

Menurut Harjanto, hal tersebut tentunya merupakan hal yang positif bagi Indonesia yang saat ini tengah mendorong agar sektor manufaktur bisa tumbuh tinggi. Dirinya berharap agar beberapa perusahaan elektornik lainya bisa mengikuti jejak Sharp untuk menginvestasikan uangnya ke Indonesia.

“Selain Sharp, sebanyak 24 industri komponen telepon seluler (ponsel) dari China yang bermitra dengan Xiaomi, juga telah menjajaki lokasi industri di Pulau Batam untuk berinvestasi dan mendukung pengembangan industri ponsel di dalam negeri,” jelasnya

Selain itu lanjut Harjanto, perusahaan ponsel Nokia juga berniat untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Bahkan, Nokia berniat untuk melibatkan mitra lokal di Indonesia untuk mengembangkan indsutri ponsel yang berskala global.

Ponsel Sejuta Umat Nokia 3310 Hadir Kembali

Wacana pengembangan investasi itu disampaikan langsung oleh Chairman HMD Global James Rutherfoord yang merupakan perwakilan dari perusahaan ponsel Nokia. Keinginan tersebut muncul ketika James bertemu langsung dengan Menperin Airlangga Hartarto.

“Perkembangan bisnis ponsel saat ini memang cepat sekali trennya berubah, sehingga dengan strategi tersebut, Nokia menargetkan akan bisa menguasai sekitar 10 persen market share di Indonesia,” jelasnya.

Sebagai informasi, Kemenperin mencatat, investasi industri elektronika mencapai Rp8,34 triliun pada tahun 2017. Hal tersebut terdiri dari penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp7,65 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekitar Rp690 miliar. Sedangkan capaian investasi tahun lalu tersebut, meningkat dibanding tahun 2016 yang tercatat hingga Rp5,97 triliun dan tahun 2015 di angka Rp3,51 triliun.

 

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini