Mudik Lebaran 2018, Kini Jakarta-Semarang Hanya 8 Jam

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 19:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 13 320 1910190 mudik-lebaran-2018-kini-jakarta-semarang-hanya-8-jam-Xp7Zxlh2AM.jpg Foto: Dok.Jasa Marga

CIKARANG - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Asops Kapolri Deden Juhara, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Eka Pria Anas serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Budi Rahardjo, melakukan tinjauan lapangan ke Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Tinjauan dilakukan guna memantau perkembangan arus lalu lintas pemudik, serta melakukan evaluasi terhadap pelayanan mudik oleh instansi terkait untuk pengelolaan arus balik yang lebih baik lagi.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Perhubungan mendapatkan penjelasan dari Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan dan Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukur, mengenai perkembangan kondisi lalu lintas di GT Cikarang Utama, serta upaya-upaya yang telah dilakukan Jasa Marga serta fasilitas-fasilitas yang telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jalan tol.

Usai diterangkan, menurut Menhub, jalur mudik yang berlangsung tahun ini masih lebih baik, di mana jarak tempuh antar kota yang semakin cepat jika dibandingkan dengan tahun lalu.

(Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Foto: Jasa Marga)

“Dari Jakarta menuju Semarang bisa ditempuh dalam waktu 8-9 jam, Jakarta-Solo dalam waktu 10 hingga maksimal 12 jam. Waktu tempuh inilah yang lebih baik dari tahun lalu. Tetapi pemudik juga harus tetap mengantisipasi beberapa titik kepadatan di jalan tol, selain GT Cikarang Utama, adalah Kali Kuto dan Kenteng,” ujar Budi, dalam Siaran Pers Jasa Marga, Rabu (13/6/2018).

Selain itu, Budi juga menambahkan agar pemudik dapat mengantisipasi jalur yang akan digunakan sebelum memulai perjalanan dan tidak semata-mata menggunakan jalan tol.

“Gunakan jalan pantura, kami yakin jalan pantura sama baiknya dengan jalan tol,” tambahnya.

(Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Foto: Jasa Marga)

Sementara itu, Direktur Operasi II Jasa Marga Subakti Syukurmengimbau, para pemudik untuk selalu memastikan kondisi prima pengemudi maupun kondisi prima kendaraan karena adanya gangguan di jalan tol akan mengakibatkan kepadatan.

“Beberapa hari ini kami temukan mobil mogok yang ada di jalur contraflow. Hal ini tentu saja dapat mengganggu fungsi jalur contraflow untuk mengurangi beban lajur utama. Namun tetap kami maksimalkan pelayanan kepada pengguna jalan, membantu menderek keluar dari lajur sehingga fungsi contraflow dapat maksimal kembali,” jelas Subakti.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini