nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

THR dan Bonus untuk Uang Muka Rumah, Bijakkah?

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Rabu 13 Juni 2018 15:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 13 470 1910039 thr-dan-bonus-untuk-uang-muka-rumah-bijakkah-FXPKdVHf6j.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Jelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, para pekerja tentu sangat menanti-nanti turunnya Tunjangan Hari Raya (THR). Biasanya, perusahaan akan menggelontorkan THR untuk para karyawannya dengan besaran satu bulan gaji.

Di tahun ini, pemerintah bahkan memberikan angin segar kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan memasukkan tunjangan kinerja (tukin) dalam THR.

Namun, sudah menjadi kebiasaan pula bagi masyarakat di Tanah Air menghabiskan dana THR untuk membeli keperluan Lebaran. Terkadang, ada pula yang menghambur-hamburkannya untuk keperluan yang tidak terlalu penting, seperti membeli baju Lebaran dalam jumlah yang banyak.

89% Kelas Menengah Beli Rumah lewat KPR

Padahal, jika mau, dana THR dan bonus tersebut bisa digunakan untuk sejumlah hal yang lebih bermanfaat, salah satunya membayar uang muka atau down payment (DP) rumah.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi Andy Nugroho mengatakan, yang perlu dipahami masyarakat sebelum menggunakan THR dan Bonus untuk DP rumah adalah memiliki rumah dan merayakan Lebaran merupakan kebutuhan besar. Berbeda kasus jika THR dan bonus yang diterima cukup besar, tentu kebutuhan tersebut bisa lebih ringan. Akan tetapi jika jumlahnya terbatas, maka mau tidak mau harus ada yang dikorbankan agar bisa terpenuhi salah satunya.

"Jika ingin menggunakan THR dan bonus untuk DP rumah, hal pertama yang harus dipahami adalah memiliki rumah dan merayakan Lebaran keduanya merupakan kebutuhan besar," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta belum lama ini.

Suplai Apartemen di Jakarta Meningkat dalam Setahun Terakhir

Bila keinginan memiliki rumah sangat besar, kata dia, maka perayaan Lebaran sebaiknya tidak memakan banyak biaya. Terlebih rumah merupakan kebutuhan primer sehingga harus diprioritaskan ketimbang kebutuhan lainnya.

"Kalau di kondisi itu, saya tentu lebih memilih rumah. Alasannya, penawaran rumah dengan harga dan lokasi yang cocok bisa jadi tidak selalu ada. Jadi mumpung ada kesempatan sebaiknya segera diambil," tandasnya.

(Lily Rusna Fajriah)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini