Beduk Ditinggalkan, Penjual Gigit Jari

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 14 Juni 2018 15:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 14 320 1910377 beduk-ditinggalkan-penjual-gigit-jari-sdSVyfab44.jpeg Beduk (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Tidak semua pedagang bisa meraup untung pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini. Misalnya Pedagang Beduk di kawasan Tanah Abang Mona alias Fauzi.

Dia mengaku, penjualannya tak sebaik tahun lalu. Bahkan banyak drum ukuran besar yang tak laku hingga saat ini. Dia sendiri mulai menjajakan beduk setelah dua minggu memasuki bulan puasa.

Mengingat keuntungan yang didapat pada tahun lalu mencapai Rp15 juta, Fauzi pun membuat lebih banyak beduk saat ini, bila dulu hanya 250, di tahun ini dibuat 350 beduk.

Untuk ukuran sedang dan kecil, dia menyediakan sebanyak 250 beduk yang kini hanya tersisa 2 beduk ukuran kecil. Beduk berukuran kecil dibanderol Rp150.000 dan berukuran besar seharga Rp300.000.

beduk

Namun, dari 150 beduk ukuran besar hingga kini hanya terjual 30 buah. Untuk ukuran besar berbahan kulit kambing dijual Rp500.000-700.000 dengan modal sekira Rp450.000-500.000. Sedangkan untuk berbahan kulit sapi dijual lebih dari Rp1 juta.

"Yang besar sedikit lakunya. Padahal ini sudah hari terakhir tapi belum laku semua. Tahun lalu H-3 pasti sudah di serbu, sekarang lebih sepi. Tahun lalu buat 250 beduk, itu habis semua," ungkapnya kepada Okezone, Kamis (14/6/2018).

Dia menyatakan, kondisi ini disebabkan masyarakat yang lebih memilih membuat beduk sendiri, sehingga hanya membutuhkan bahan kulit saja. Penjualan kulit kambing miliknya bahkan diminati konsumen.

"Saya sediain kulit kambing 200 lembar, tinggal sepuluh lagi. Modalnya Rp85.000, saya jual yang sudah kering jadi Rp150.000," katanya.

beduk

Anwar, pedagang beduk khusus ukuran kecil pun mengaku penjualannya sejak awal bulan puasa hanya 8 buah. Padahal dia menyediakan 350 buah beduk. "Mungkin sekarang lebih suka beli kebutuhan pokok,"perkiraannya.

Beduk yang dijual seharga Rp100.000 itu pun diakuinya, bila tak laku akan dibongkar. Kulit kambing yang tak bisa bertahan lama akan dibuang, sedangkan untuk drum akan disimpan sebagian dan dijual sebagian.

"Kalau drumnya di simpan kebanyakan di rumah juga buat apa. Jadi jual lagi saja," katanya.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini