nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akhirnya Indonesia Lepas dari Flight Ban Uni Eropa

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 15 Juni 2018 12:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 15 320 1910630 akhirnya-indonesia-lepas-dari-flight-ban-uni-eropa-NWI5chYgPj.jpg Foto: Reuters

JAKARTA – Indonesia mendapat kado terindah di tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri, hari ini. Hadiah tersebut berupa pencabutan larangan terbang dari Uni Eropa (EU Flight Ban).

Kabar gembira datang tepat malam takbiran Idul Fitri 1439 Hijriah atau Kamis siang waktu Brussel. Di mana secara resmi Uni Eropa telah mengeluarkan Indonesia dari EU Flight Safety List.

Hal ini berarti all remaining air carriers (maskapai penerbangan) Indonesia yang berjumlah sebanyak 55 maskapai telah memenuhi syarat diizinkan terbang ke Uni Eropa.

"Segala Puji Bagi Allah SWT, Tuhan Seru Sekalian Alam yang telah melimpahkan rahmatnya pada bangsa Indonesia, terutama di sektor penerbangan. Pada hari yang baik ini secara resmi larangan terbang Uni Eropa dibuka bagi penerbangan Indonesia. Ini merupakan kado terindah yang sudah kita nanti-nanti selama 11 tahun sejak kita di ban pada Juli 2007 lalu," ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, dalam keterangannya, Jumat (15/6/2018).

Agus menyatakan, bahwa selain hadiah dari Allah hal ini juga merupakan hasil kerja keras perjuangan segenap stakeholder penerbangan Indonesia terutama regulator dan juga operator penerbangan dan masyarakat serta seluruh stakeholder penerbangan di bawah nahkoda Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator penerbangan nasional.

Selain kepada Bangsa Indonesia, Agus juga mempersembahkan hadiah ini kepada Presiden Joko Widodo sebagai pucuk pimpinan tertinggi Indonesia yang telah memberikan instruksi dan dorongan serta kepercayaan Menteri Perhubungan Budi Karya dalam perjuangan kami membuka larangan terbang Uni Eropa ini.

"Selama dua tahun kita memperjuangkannya. Setelah kita mampu meningkatkan kategori kita dari otoritas penerbangan AS (FAA) menjadi kategori 1. Kemudian kita juga berhasil meningkatkan nilai effective implementation USOAP dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang beranggotakan 192 negara dengan nilai Indonesia yang tinggi yaitu 80, 34 pada 2017 lalu. Dan sekarang, larangan terbang Uni Eropa juga dicabut. Sungguh ini merupakan perjuangan terus menerus dengan hasil yang luar biasa," lanjutnya.

(feb)

Agus juga melanjutkan, bahwa hasil-hasil yang telah dicapai ini mempunyai manfaat yang sangat besar, trust yaitu kepercayaan dunia yang memiliki nilai strategis yang akan menimbulkan multiplier efek positif terhadap Indonesia.

"Kita sekarang benar-benar berada di jajaran elite penerbangan dunia. Sudah sewajarnya kita juga punya tanggung jawab moral yang besar. Yang pertama tentu saja kita harus bisa mempertahankan dan meningkatkan terus level keselamatan, keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan nasional. Untuk itu saya mengajak segenap stakeholder nasional untuk tetap bekerja keras dan bekerja sama erat. Yang selanjutnya, kita juga mempunyai tanggung jawab terhadap dunia internasional di mana kita juga harus membantu negara-negara lain meningkatkan level keselamatan dan keamanannya dengan pola kerjasama yang baik dengan semboyan no country left behin," lanjut Agus lagi.

Asal tahu saja, Uni Eropa telah menerapkan flight ban terhadap seluruh maskapai penerbangan dan otoritas penerbangan Indonesia sejak tahun 2007 lalu.

Keputusan Uni Eropa ini merupakan hasil dari rangkaian upaya panjang Pemerintah Indonesia. Sebelumnya, Uni Eropa telah secara bertahap mengeluarkan beberapa maskapai Indonesia dari EU Flight Safety List yakni pada 2009, 2011 dan 2016 secara individu dalam kurun waktu 10 tahun hanya melepas 7 airline.

Uni Eropa juga telah melaksanakan EU Assessment Visit ke Indonesia pada 12-21 Maret 2018. Hasil evaluasi menyeluruh tersebut kemudian dibahas dalam pertemuan Air Safety Committee di Brussel pada 30 Mei 2018 yang dihadiri oleh Pemerintah Indonesia dan tiga maskapai perwakilan dari tanah air yaitu Wings Air, Sriwijaya Air, dan Susi Air.'

 

(feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini