nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

UE Cabut Larangan Penerbangan RI, Menhub: Bisa Datangkan Investasi

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 15 Juni 2018 18:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 15 320 1910699 ue-cabut-larangan-penerbangan-ri-menhub-bisa-datangkan-investasi-v1gwP57eOw.jpg Foto: Yohana

JAKARTA - Secara resmi Uni Eropa telah mengeluarkan Indonesia dari EU Flight Safety List. Artinya larangan terbang dari Uni Eropa (EU Flight Ban) telah dicabut.

Hal ini berarti all remaining air carriers (maskapai penerbangan) Indonesia yang berjumlah sebanyak 55 maskapai telah memenuhi syarat diizinkan terbang ke Uni Eropa.

Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, pencabutan larangan tersebut dapat diikuti dengan masuknya investasi.

"Mudah-mudahan pencabutan (larangan) ini juga diikuti dengan datangnya investasi," ujar Budi Karya di rumah dinasnya, Widya Chandra, Jakarta, Jumat (15/6/2018).

Dia mengatakan, bukanlah perjalanan yang mudah untuk mendapatkan prestasi tersebut. Pasalnya beberapa daerah di Indonesia memiliki kondisi geografis yang rawan dalam dunia penerbangan.

"Memang satu perjalanan yang tidak mudah. Indonesia bukan saja satu negara yang besar, tapi ada daerah yang sangat menantang dan fragile seperti Papua, Kalimantan, oleh karenanya kami sebagai regulator, di satu sisi menginginkan (pencabutan larangan) tetapi juga harus melakukan syarat-syarat yang tidak mudah," paparnya.

Dalam dunia penerbangan, lanjutnya, keselamatan menjadi hal yang penting. Oleh sebab itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai untuk bisa tegas soal kesepakatan.

"Oleh karenanya saya bersahabat dengan maskapai-maskapai, ternyata kami tetap bisa tegas tapi di sisi lain suatu kualifikasi untuk FAA (otoritas penerbangan AS) itu bisa juga. Jadi tergantung niat dan effort kita," jelasnya.

Menurutnya, dengan pencabutan larangan ini maka menjadi awal bagi Indonesia untuk memiliki kualifikasi penerbangan yang baik.

"Saya berjanji ke pasar Eropa tetap konsisten mengikuti syarat-syarat safety tersebut. Saya juga katakan kepada maskapai, kita boleh berpesta tapi kita harus tetap introspeksi apa yang harus kita kerjakan di waktu yang akan datang," ujar mantan Direktur Utama AP II tersebut.

"Saya berterima kasih kepada semua stakeholder. Terima kasih kepada presiden yang sudah berikan pressure kepada kami untuk melakukan ini," tambahnya.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini