nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puncak Arus Balik, Truk Cs Dilarang Lewat Tol Cikampek

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 17 Juni 2018 20:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 17 320 1911118 puncak-arus-balik-truk-cs-dilarang-lewat-tol-cikampek-STrkOQz3ny.jpeg Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi arus balik akan mengalami pergeseran menjadi 19-20 Juni 2018 mendatang. Hal tersebut sesuai dengan prediksi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bahwa puncak arus balik terjadi pada H+4 sesudah Lebaran.

Oleh karena itu, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengimbau mobil barang dengan jumlah berat yang diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kilogram (kg) serta mobil barang sumbu tiga atau lebih untuk tidak melintasi Tol Jakarta-Cikampek maupun Tol Jakarta-Merak.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi telah mengeluarkan surat himbauan tersebut untuk mengantisipasi puncak arus balik yang akan terjadi.

"Arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa-Rabu, 19-20 Juni mendatang, maka dihimbau bagi pengemudi angkutan barang untuk tidak melintasi ruas tol Jakarta-Cikampek dan tol Jakarta- Merak pada waktu tersebut," ujar Budi, dalam Siaran Pers Kemehub, Minggu (17/6/2018).

Penambahan Rest Area, Salah Satu Cara Kemenhub Antisipasi Padatnya Arus Balik Lebaran

Baik ruas tol Jakarta-Cikampek dan tol Jakarta- Merak untuk kedua arah sebaliknya juga berlaku himbauan tersebut. "Himbauan ini berlaku sejak 19 Juni 2018 pukul 12.00 WIB sampai dengan 20 Juni 2018 pukul 24.00 WIB," tambah Dirjen Budi saat menjelaskan ketentuan masa berlaku dari himbauan tersebut.

Meski demikian, bagi para pengemudi angkutan barang, Dirjen Budi menegaskan bahwa ruas jalan arteri nasional masih dapat dilintasi oleh angkutan barang.

Himbauan ini dikeluarkan guna mendukung kelancaran arus balik Lebaran di ruas tol Jakarta-Cikampek. Pemudik pun sebelumnya telah dihimbau oleh Menhub untuk menghindari pulang pada waktu puncak arus balik, yaitu 19-20 Juni nanti sehingga tidak ada penumpukan kendaraan di jalan.

Surat himbauan tersebut telah dikirimkan kepada Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo). Dirjen Budi juga meminta agar para pelaku usaha dan industri dapat mempersiapkan diri dan menyesuaikan waktu pengaturan arus balik tersebut.

(feb)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini