nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wall Street Naik Tipis Ditopang Saham Teknologi

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Rabu 20 Juni 2018 21:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 20 278 1912077 wall-street-naik-tipis-ditopang-saham-teknologi-ZOLKPa8qjp.jpg Bursa saham Wall Street dibuka menguat (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTA – Wall Street dibuka naik tipis pada perdagangan Rabu (20/6/2018). Bursa saham As sedikit pulih berkat kenaikan saham teknologi dan media. Kedua saham tersebut naik di tengah perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Melansir Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 70,96 poin atau 0,29% menjadi 24.771,17. Indeks S&P500 dibuka lebih tinggi 7,14 poin atau 0,26% ke 2.769,73 dan Nasdaq Composite naik 38,56 poin atau 0,50% ke 7.764,15 pada bel pembukaan.

Banteng Wall Street, Salah Satu Ikon Terpopuler Kota New York 

Untuk diketahui, pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan kritiknya terhadap Republik Rakyat China dalam laporan yang diterbitkan Gedung Putih, menyebut "agresi ekonomi" China adalah ancaman dunia.

Laporan setebal 35 halaman berjudul "Bagaimana Agresi Ekonomi China Mengancam Teknologi dan Kekayaan Intelektual Amerika Serikat dan Dunia", datang sehari setelah Trump mengancam akan menampar impor barang-barang China dengan tarif tambahan 10%. Hal ini telah memicu kembali ketegangan perang dagang.

Melansir CNBC, Rabu (20/6/2018), Gedung Putih mengatakan China telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat dan menjadi negara ekonomi terbesar kedua di dunia, dengan cara yang di luar norma.

Banteng Wall Street, Salah Satu Ikon Terpopuler Kota New York 

"China memodernisasi industri dan meningkatkan rantai nilai global secara signifikan melalui tindakan, kebijakan, dan praktik agresif yang jauh di luar norma dan aturan global," tulis laporan Gedung Putih dalam pembukaannya.

Laporan tersebut melanjutkan bagaimana praktik-praktik China di Amerika Serikat yang berusaha mengakses dan mencuri teknologi dan kekayaan intelektual Amerika Serikat.

Tindakan "agresi ekonomi" China, menurut laporan tersebut, termasuk pencurian teknologi dan kekayaan intelektual AS secara fisik dan siber, menghindari undang-undang pengetatan ekspor AS, pemalsuan, dan pembajakan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini