Bank Dunia Siap Beri Pinjaman Rp9,1 Triliun ke Indonesia, untuk Apa?

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 19:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 22 20 1912896 bank-dunia-siap-beri-pinjaman-rp9-1-triliun-ke-indonesia-untuk-apa-PTKHI07BbH.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

WASHINGTON - Bank Dunia (World Bank) menyetujui pinjaman baru senilai USD650 juta atau Rp9,1 triliun (mengacu kurs Rp14.000 per USD) untuk dua program pembangunan di Indonesia. Kedua pinjaman tersebut nantinya akan digunakan untuk memberikan nutrisi yang lebih baik bagi jutaan anak Indonesia dan pembangunan sistem irigasi modern bagi ratusan ribu keluarga petani Indonesia.

Secara detail, kedua pinjaman tersebut terdiri dari pinjaman senilai USD400 juta untuk program Investing in Nutrition and Early Years. Dengan pinjaman tersebut diharapkan turut mengurangi stunting dengan meningkatkan akses layanan utama, dari kesehatan dan gizi hingga pendidikan dan sanitasi bagi ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun.

Pinjaman ini, yang akan mengaitkan pencairan dana dengan hasil spesifik, akan mendukung Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting senilai USD14,6 miliar yang bertujuan untuk memberi manfaat bagi 48 juta ibu hamil dan anak usia di bawah dua tahun dalam empat tahun ke depan. Secara nasional, program ini juga akan mendapat manfaat dari hibah USD20 juta dari the Global Financing Facility, kemitraan multi-pihak yang membantu negara-negara mengatasi masalah kesehatan dan gizi terbesar yang mempengaruhi perempuan, anak, dan remaja.

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Sementara pinjaman kedua senialai USD250 juta digunakan untuk mendanai Proyek Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation akan memberi manfaat bagi sekitar 887.000 keluarga petani melalui sistem irigasi yang lebih andal dan tahan iklim. Pembiayaan ini merupakan bagian dari Agenda Reformasi Nasional yang sedang berjalan dengan memberi fokus pada desentralisasi, demokratisasi, dan modernisasi dan didasarkan pada prinsip-prinsip pengelolaan irigasi partisipatif. Proyek irigasi ini didanai bersama oleh Asian Infrastructure Investment Bank dengan pinjaman USD250 juta.

Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste Rodrigo A. Chaves mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya pemerintah untuk melakukan pembangunan infrastruktur serta manusia. Sebab menurutnya keduanya berperan penting untuk mengurangi kemiskinan di dalam negeri.

“Kami menyambut baik investasi penting dari Pemerintah Indonesia untuk infrastruktur dan modal manusia, karena keduanya sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan. Jika negara melakukan investasi pada dua prioritas ini sekarang, masa depan Indonesia akan lebih menjanjikan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (22/6/2018).

Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Menurut Rodrigo, stunting adalah salah satu tantangan paling mendesak di Indonesia dan menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Lebih dari satu dari setiap tiga anak Indonesia berusia di bawah lima tahun – hampir sembilan juta anak – mengalami stunting; dua dari tiga anak tidak menyelesaikan paket imunisasi lengkap di tahun pertama dan kedua; dan penggunaan suplemen zat besi dan obat cacing juga rendah masing-masing pada 33 dan 26%.

Selain itu lanjut Rodrigo, Indonesia merupakan negara yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim. Tercatat 60% penduduk miskin merupakan mereka yang berpenghasilan kurang dari USD1,25 per hari dan mereka merupakan penduduk yang menggantungkan penghasilannya pada pertanian.

Oleh karenanya perbaikan irigasi di bidang pertanian sangat penting untuk meningkatkan ketahanan pangan negara ini. Proyek irigasi baru akan memberi fokus pada rehabilitasi dan modernisasi sistem drainase pada hampir 300.000 hektar lahan dan akan mendukung manajemen dan implementasi proyek secara keseluruhan, yang berfokus pada peningkatan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas biaya.

“Pendanaan Bank Dunia juga akan dilengkapi dengan berbagi pengetahuan penting, termasuk praktik terbaik dan pelajaran dari seluruh dunia yang akan membantu upaya mengurangi stunting dan meningkatkan irigasi yang lebih efektif.” ucap Rodrigo

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini