nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keuntungan Importir Nakal dari Bawang Bombai Mini hingga Rp1,6 Triliun

Ulfa Arieza, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 14:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 22 320 1912742 keuntungan-importir-nakal-dari-bawang-bombai-mini-hingga-rp1-6-triliun-oGkupEVzep.jpeg Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian melakukan blacklist (memasukkan dalam daftar hitam) atas lima perusahaan yang diduga memasukkan bawang bombai tidak sesuai ketentuan kemudian dijual sebagai bawang merah. Perusahaan yang merupakan importir nakal tersebut mampu meraup untung hingga triliunan Rupiah dari aksi curangnya.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Kementan Yasid Taufik menjelaskan, kecurangan itu memberikan untung yang sangat besar bagi importir nakal. Sebagai gambaran, dalam satu tahun, rata-rata kuota impor bawang bombai sebanyak 160.000 ton atau 160 juta kilogram.

Dengan melakukan imitasi bawang bombai mini dijual sebagai bawang merah, maka mampu mengerek harga bawang bombai mini tersebut. Selisih harga antara bawang merah dengan bawang bombai mini mencapai Rp10.000 di mana harga bawang merah lebih mahal.

 Sepekan Terakhir Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Anjlok

Jika dikalikan dengan kuota impor bawang bombai sebanyak 160 juta kilogram, maka importir mampu mengantongi keuntungan hingga Rp1,6 triliun.

"Pak Menteri katakan impor bawang bombai sampai Indonesia bisa Rp2.000 per kg, kalau dijual di pasaran itu Rp6.000, kemudian dikerek menjadi bawang merah menjadi Rp17.000 hingga Rp20.000 per kg. Kan minimal Rp10.000 kali 160 juta kilogram, ya Rp1,6 triliun," terang dia di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Sebaliknya, masuknya bawang bombai mini tersebut berpotensi mengurangi pendapatan bea negara. Potensi kerugian negara itu disebabkan lima perusahaan importir tersebut memasukkan bawang bombai mini namun dipasarkan sebagai bawang merah. Negara merugi karena bea masuk bawang bombai hanya 5%, sedangkan tarif bea masuk bawang merah mencapai 20%.

 Harga Bawang Merah Alami Penurunan

"Sehingga ada perbedaan tarif bea masuk 15%, sehingga itu keuntungan buat mereka tetapi mengurangi pendapatan negara dari bea masuk," ujarnya

Adapun bawang bombai mini adalah bawang bombai berukuran diameter kurang dari 5 cm. Sesuai dengan Kepmentan 105/2017 impor bawang bombai mini tersebut telah dilarang, karena secara morfologis bentuknya menyerupai bawang merah lokal sehingga berpotensi mengelabui konsumen dan merugikan petani lokal.

Selain itu, bawang merah produksi petani tidak mampu menembus pasar karena dihambat masuknya bombai mini yang dijual sebagai bawang merah.

"Ini akan merusak tataran insentif bagi petani untuk produksi. Ini persoalan krusial kaitannya dengan pembohongan atau penipuan impor bombai kecil yang kemudian di branding sebagai bawang merah," jelas dia.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini