Kemendag Siap Cabut 5 Importir Bawang yang Melanggar

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 16:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 22 320 1912829 kemendag-siap-cabut-5-importir-bawang-yang-melanggar-RoBCim92uD.jpeg Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pertanian memasukan dalam daftar hitam (blacklist) lima perusahaan yang diduga melakukan impor bawang bombai yang tidak sesuai ketentuan. Adapun lima importir tersebut yakni PT TAU, PT SMA, PT KAS, PT FMP dan PT JS.

Menanggapi hal tersebut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengatakan, pihaknya akan mempelajari hal tersebut lebih dalam. Namun jika nantinya terbukti melanggar, pihaknya tidak akan ragu-ragu menjabat izin impor kepada lima perusahaan tersebut.

"Selama nanti bisa dibuktikan saya cabut PI (Persetujuan Impor)-nya," ungkapnya ketika ditemui, di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (22/6/2018).

Harga Bawang Merah Alami Penurunan

Lebih lanjut Oke juga akan menunggu secara resmi laporan Kementan kepada pihak Kementerian Perdagangan. Dengan begitu laporan tersebut bisa menjadi penguat untuk menjatuhkan sanksi kepada lima perusahaan tersebut.

"Tapi kan saya butuh dokumen formal dia memang melanggar. Kalau rekomendasi dari Kementan betul, masukan ke kita saya bekukan," tegasnya.

Oke juga mengapresiasi Kementan yang langsung mengambil langkah cepat dan tegas kepada perusahaan importir yang melanggar tersebut. Apalagi langkah tersebut bertujuan untuk melindungi pedagang bawang di dalam negeri.

Sepekan Terakhir Harga Bawang Merah di Tingkat Petani Anjlok 

"Mereka kan tahu aturan Kementan kenapa diimpor. Risikonya kalau impor yang kecil-kecil kena tangkap,"ucapnya.

Ke depannya, Kemendag akan secara hati hati lagi untuk mengawasi impor bawang yang dilakukan pengusaha. Sehingga kasus seperti ini tidak terulang kembali yang nantinya bisa merugikan petani dalam negeri.

"Ya itu kan nyelundup. Mereka masukkan yang enggak 5 cm ya sudah. Cuma itu saja masalahnya. Harus (diawasi dan ditindak) karena warnanya merah. Yang mini-mini ini mengganggu bawang merah petani, makanya, boleh bawang Bombai, tapi 5 cm ke atas," jelasnya.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini