Formula Harga Minyak Indonesia Bakal Diubah?

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 27 Juni 2018 11:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 27 320 1914549 formula-harga-minyak-indonesia-bakal-diubah-z6UvJJh9Eh.jpg Kilang Minyak (Reuters)

JAKARTA - Pemerintah masih mengkaji perubahan formula patokan harga minyak Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. Pasalnya, asumsi ICP saat ini, yaitu sebesar USD48 per barel, tidak sesuai dengan tren kenaikan harga minyak dunia.

“Terdapat beberapa hal perlu diperhitungkan sebelum menentukan formula yang baru. Perlu ada re-adjustment formula supaya adil,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar di Jakarta, kemarin.

Menurut Arcandra, untuk menentukan formula baru ICP perlu hati-hati dan pertimbangan matang dalam menentukan formula ICP.

Kilang Minyak

Pertama, harus memperhatikan pengaruh harga minyak Indonesia terhadap hak yang diperoleh oleh negara. Kedua,pengaruh perubahan harga minyak Indonesia terhadap keekonomian kilang milik PT Pertamina (Persero).

Pasalnya, jika tidak hati-hati kenaikan harga minyak Indonesia dapat memengaruhi ke naikan harga bahan bakar minyak karena Pertamina harus membayar lebih mahal untuk impor bahan bakar minyak. Akibatnya harga BBM, seperti pertalite, pertamax, maupun premium berpotensi meng alami kenaikan.

“Tapi me mang kalau dari sisi negara, entitlement milik negara jadi lebih tinggi karena costrecovery itu konstan, kemudian revenue juga mengalami kenaikan. Tapi kami juga ingin tetap bisa menjaga keekonomian kilang Pertamina,” kata dia. Dia mengatakan mengubah asumsi harga minyak Indonesia memang tidak mudah.

Arcandra Tahar Hadiri Upacara HUT Kemerdekaan di Istana 

Sebab itu, kata dia, perlu jalan intensif. Pihaknya akan melakukan evaluasi formula baru harga minyak Indonesia pekan ini bersama Tim Harga Minyak Indonesia. “Saya meeting pekan ini. Saya akan evaluasi. Kami harus tahu bagaimana mekanisme MOPS terbentuk,” ujarnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto sebelumnya mengatakan, perubahan asumsi harga minyak Indonesia diharapkan dapat mendekati Brent. Pasalnya, selama ini terdapat selisih USD3 per barel antara ICP dengan Brent. “Saya inginnya ICP mendekati Brent. Minimal setengah dolar AS,” kata dia.

 

(Nanang Wijayanto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini