PNS Dilarang Lakukan Hal Ini saat Pilkada Serentak

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Juni 2018 13:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 27 320 1914596 pns-dilarang-lakukan-hal-ini-saat-pilkada-serentak-SUJsvX9XBk.jpg PNS (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tepat hari ini, Indonesia menjalani event demokrasi yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Ada sekitar 171 daerah di seluruh Indonesia yang memilih Gubernur dan Wakil Gubernur, Walikota dan Wakil Walikota, Bupati dan Wakil Bupati.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, pada Pilkada tahun ini, dibutuhkan netralitas dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Artinya saat memilih nanti, ASN dilarang untuk melakukan intervensi dari segala kegiatan politik di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Melihat Petugas Siapkan Logistik Pilkada di Gudang Logistik KPU Bogor

Artinya PNS hanya diperbolehkan untuk memilih sesuai pilihannya calon-calon kepala daerah tersebut. Setelah beres memilih PNS dianjurkan untuk langsung pulang dan tidak boleh terlibat aktivitas politik apapun saat proses pemilihan berlangsung.

"Tidak boleh jadi dalam kampanye pasangan calon, tidak boleh menggunakan kaos kampanye paslon (saat mencoblos)," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (27/6/2018).

Selain itu, para ASN juga dilarang untuk mengumbar pilihannya di media sosial. Apalagi sampai mempromosikan salah satu pasangan di media sosial apapun.

Distribusi Logistik Pilkada Menggunakan Perahu 

"Tidak boleh memberikan like or dislike fanpage Paslon, tidak boleh membuat status tentang program Paslon. Tidak boleh berfoto dengan pose nomor Paslon," jelasnya.

Menurut Ridwan, keputusan tersebut dilakukan untuk memberikan rasa netralitas di tengah hingar bingar pesta politik ini. Sebab, tugas ASN adalah untuk mengayomi masyarakat sehingga tidak boleh berpihak kepada pasangan manapun.

"Kebijakan yang fokus tentang netralitas. Karena Menpan-RB yang mengeluarkan aturannya," ucapnya.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini