nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Belum Familiar, Penyebab Sulitnya Danai Proyek Energi Bersih

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 28 Juni 2018 17:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 28 320 1915243 belum-familiar-penyebab-sulitnya-danai-proyek-energi-bersih-0nTqkuRuxb.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) mencatat ada 46 proyek pembangkit EBT yang berpotensi tidak bisa dilanjutkan pembangunannya karena kekurangan dana. Padahal proyek tersebut sudah dilakukan power purchase agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero).

Menurut Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Harris, bank di Indonesia masih melihat bagaimana risiko dari proyek EBT. Hal tersebut membuat pengusahan EBT kesulitan untuk meminjam dana.

"Selama ini mereka (pengusaha EBT) kalau mau akses pembiayaan ke bank lokal. Mereka selalu hadapi bunga tinggi. Ini kan terkait risiko berapa rate diberikan tergantung risiko si perusahaan. Jadi itu yang masih sulit untuk diturunkan," ujarnya, di Gedung Koran Sindo, Jakarta, Kamis (28/6/2018).

 Dari TPA Ini Bakal Dibangun PLTSa yang Hasilkan Listrik 0,8 Megawatt

Sebenarnya, lanjut Harris, proyek EBT cukup menjanjikan ketika sudah dibangun karena hasilnya bisa mengembalikan modalnya. Miisalnya PLTS di timur Indonesia, kontrak 20 tahun sudah pasti bisa kembalikan pinjamannya.

"Tapi kan bank lokal kita masih lihat proyek itu belum familar dengan proyek terbarukan dan konservasi energi sehingga terpaksa bunganya besar," katanya.

 

Menurutnya, pembangunan proyek EBT terkendala dana kebanyakan untuk yang kapasitas kecil. Sementara, proyek dengan kapasitas besar umumnya sudah bisa didanai sendiri.

"Yang sifatnya kecil mereka dapat kesulitan pembiayaan. Sementara umumnya yang bisa jalan sendiri dapat pembiayaan sendiri itu yang besar-besar," tuturnya.

 

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini