nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harga Minyak Naik di Tengah Kekhawatiran Sanksi AS

ant, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 08:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 29 320 1915525 harga-minyak-naik-di-tengah-kekhawatiran-sanksi-as-Ishcwn4ASz.jpg Kilang Minyak (Reuters)

NEW YORK - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan minyak mentah AS mencapai tingkat tertinggi tiga setengah tahun, dipicu oleh kekhawatiran pasokan karena sanksi AS dapat menyebabkan penurunan besar dalam ekspor minyak mentah dari Iran.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus, naik 1,6 sen AS atau hampir 1%, menjadi menetap pada USD73,45 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI mencapai USD74,03 per barel pada awal sesi, tertinggi sejak 26 November 2014.

Kilang Minyak

Sementara itu, patokan internasional minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus, bertambah USD0,23 menjadi USD77,85 per barel di London ICE Futures Exchange.

Amerika Serikat pekan ini meminta negara-negara menghentikan impor minyak Iran mulai November, posisi garis keras pemerintah Trump diperkirakan akan memotong pendanaan ke Teheran.

Pada Kamis (28/6), para pejabat mengatakan mereka akan bekerja dengan negara-negara berdasarkan kasus per kasus. Tiongkok, pengimpor terbesar minyak Iran, belum berkomitmen pada posisi AS.

Kilang Minyak

"Sanksi mencoba untuk mengisolasi Iran sedikit lebih banyak, dan itu berpotensi memotong lebih banyak minyak dari arena global secara keseluruhan," kata Ahli strategi investasi regional di U.S. Bank Wealth Management Mark Watkins.

Harga minyak telah naik untuk sebagian besar tahun ini akibat pengetatan kondisi pasar karena rekor permintaan dan pemotongan pasokan sukarela yang dipimpin oleh OPEC dan produsen lainnya termasuk Rusia. Gangguan pasokan yang tidak direncanakan dari Kanada hingga Libya dan Venezuela juga telah mendukung harga minyak.

Minyak mentah AS berjangka memperpanjang kenaikannya setelah data menunjukkan persediaan di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 3,1 juta barel dalam seminggu yang berakhir 26 Juni, kata para pedagang, mengutip data dari firma intelijen pasar Genscape.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini