Tol JORR Sekali Bayar Segera Berlaku, Pengusaha: Ini Berikan Kepastian

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 17:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 29 320 1915749 tol-jorr-sekali-bayar-segera-berlaku-pengusaha-ini-berikan-kepastian-fCDeU4H1Kf.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan segera memberlakukan kebijakan integrasi pembayaran pada jalan tol lingkar luar (Jakarta Outer Ring Road/JORR). Rencanannya, pemberlakuan ini akan dilakukan pada awal Juli 2018 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Kompar Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Ian Sudiana mengatakan, pihaknya menyambut baik wacana integrasi pada jalan tol lingkar luar Jakarta tersebut. Pasalnya, dengan diintergasi, maka bisa memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat umum termasuk kepada pengusaha.

"Kami dari ALFI sangat mendukung integrasi tarif tol JORR dan akses Tanjung Priok. Karena dengan single pricing, bagi kami memberikan kepastian layanan," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (29/6/2018).

 Antrean Kendaraan Memasuki Gerbang Tol Cikarang Utama pada Arus Balik Gelombang II

Ian mengatakan, maksud memberikan kepastian layanan adalah semakin sedikit pintu yang harus dilewati oleh angkutan truk yang membawa logistik. Dengan hanya satu kali tap atau membayar, arus lalu lintas juga akan semakin lancar.

"Ini suatu insiatif yang bagus. Setelah terintegrasi, semakin sedikit pintu yang harus kami taping atau lewati. Jadi satu kali bayar sudah sampai ujung tanpa kendala," ucapnya.

Selain itu lanjutnya, dengan hanya satu kali taping, maka tarif yang dibayarkan pun lebih murah. Sebab yang biasanya truk angkutan logistik harus membayar dua kali kini menjadi satu kali saja, meskipun tarifnya diakumulasikan.

 

Dia mencontohkan, jalur yang dilewati oleh kendaraan angkutan Logisitik menuju Tanjung Priok via Kebon Bawang dan Rorotan. Semula, kendaraan besar harus membayar dengan tarif Rp45.000 plus di Rorotan membayar kembali dengan tarif Rp20.500 sehingga total biayanya adalah Rp65.000.

Namun dengan pemberlakuan kebijakan ini, kendaraan berat bisa menghemat cost logistik untuk pembayaran tolnya lebih dari 50%. Sebab, dengan integrasi ini, angkutan berat hanya perlu membayar Rp30.000 saja.

"Dibuat tarif tunggal hanya menjadi Rp30.000. Round trip Rp60.000. Dibandingkan tadinya Rp120.000 atau terendah Rp86.000. kalau tidak lewat Kebon Bawang tapi ambil Rorotan. Jadi integrasi tarif lebih bagus," jelasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini