Integrasi Tol JORR, Turunkan Biaya Bayar Tol 70%

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 18:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 29 320 1915751 integrasi-tol-jorr-turunkan-biaya-bayar-tol-70-O0ujvAPgIF.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Pemerintah segera menerapkan kebijakan integrasi pembayaran pada jalan tol lingkar luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) pada awal Juli mendatang. Pemberlakuan kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Wakil Ketua Kompar Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Ian Sudiana mengatakan, berdasarkan analisanya, setiap golongan kendaraan dengan jarak tempuh jauh (pengguna jarak jauh) mengalami penurunan biaya. Bahkan penurunannya pun cukup fantastis yakni bisa mencapai 70%.

Ian merincikan, untuk golongan satu alias kendaraan pribadi penurunan biaya diperkirakan mencapai 70%. Sedangkan golongan II dan III (truk sedang) mengalami penurunan di kisaran 40-60%.

 Antisipasi Kemacetan Arus Balik, Tol Cikampek Memberlakukan Sistem Contraflow

Golongan IV dan V pun diperkirakan akan mengalami penurunan yang cukup tinggi akibat kebijakan ini. Diperkirakan golongan truk besar ini penurunan biaya bayar tolnya bisa mencapai 30%.

"Mobil golongan I memang ada adjusment ke atas. Tapi bagi kami di logisitik, adjusment tersebut menjadi positif. Jadi kami siap dukung," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (29/6/2018).

Ian menyebut, penurunan biaya bayar tol dikarenakan pengguna hanya membayar sekali saja ketika memasuki JORR. Biasanya pengguna jalan khususnya yang jarak jauh harus membayar dua kali ketika memasuki JORR.

 Urai Kemacetan Arus Balik Lebaran, Tol Fungsional Memberlakukan Sistem Buka Tutup

Dia mencontohkan, jalur yang dilewati oleh kendaraan angkutan Logisitik menuju Tanjung Priok via Kebon Bawang dan Rorotan. Semula, kendaraan besar harus membayar dengan tarif Rp45.000 plus di Rorotan membayar kembali dengan tarif Rp20.500 sehingga total biayanya adalah Rp65.000.

Namun dengan pemberlakuan kebijakan ini, kendaraan berat bisa menghemat cost logistik untuk pembayaran tolnya lebih dari 50%. Sebab, dengan integrasi ini, angkutan berat hanya perlu membayar Rp30.000 saja.

"Dibuat tarif tunggal hanya menjadi Rp30.000. Round trip Rp60.000. Dibandingkan tadinya Rp120.000 atau terendah Rp86.000. kalau tidak lewat Kebon Bawang tapi ambil Rorotan. Jadi integrasi tarif lebih bagus," jelasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini