nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPR Tanpa DP, Dirut Bank Mandiri: Masih Kita Pelajari

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Sabtu 30 Juni 2018 16:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 30 470 1916087 kpr-tanpa-dp-dirut-bank-mandiri-masih-kita-pelajari-NPgjm835yT.jpg Rumah. Foto: Okezone

JAKARTA - PT Bank Mandiri menyambut baik rileksasi kebijakan maksimum nilai kredit atau Loan To Value (LTV), di mana syarat uang muka (Down Payment/DP) kredit pemilikan rumah (KPR) pembelian rumah pertama dibebaskan kepada perbankan.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menyatakan, kebijakan baru tersebut menjadi stimulus pertumbuhan di sektor properti. Kendati demikian, pihaknya saat ini masih mempelajari beleid tersebut, sehingga belum bisa memastikan seberapa besar dampak kebijakan terhadap pertumbuhan KPR.

"(Kebijakan baru) LTV kita masih pelajari karena memang secara umum positif, ada peluangnya buat membeli rumah pertama," katanya saat menghadiri halalbihalal di rumah Menteri BUMN Rini Soemarno, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).

Suplai Apartemen di Jakarta Meningkat dalam Setahun Terakhir 

Dalam kebijakan ini, maka rasio LTV yang dibebaskan pada perbankan, membuat syarat uang muka bisa jauh lebih rendah, bahkan kemungkinan uang muka 0%.

Kondisi ini, diharapkan pria yang akrab disapa Tiko, bisa mempercepat pemberian KPR. "Jadi harusnya bisa memberikan stimulasi untuk pembeli rumah pertama maupun developer untuk membangun lebih banyak rumah," imbuhnya.

Namun untuk saat ini, pihaknya masih menunggu respons dari beleid tersebut terhadap permintaan KPR. Di mana permintaan KPR beberapa tahun terakhir memang lesu.

"Kita liat nanti dengan beleid ini respons ke developer seperti apa, mudah-mudahan nanti developer akan punya cashflow untuk lebih cepat bangun lebih banyak unit," ucapnya.

89% Kelas Menengah Beli Rumah lewat KPR 

Hingga saat ini, bank plat merah ini mencatat pertumbuhan KPR baru sekitar 10% karena sulitnya persaingan di sektor tersebut. "Kalau KPR kan per jaminan ya, jadi semua bank agresif termasuk suku bunganya ya," katanya.

Dia pun berharap, relaksasi ini bisa mendorong developer perumahan memiliki ruang yang lebih besar untuk membangun lebih banyak unit rumah. Sebab, selama ini developer perumahan terkendala oleh dana.

"Kalau kemarin developernya kan terbatas bangun unitnya karena cashflownya kan agak berat pembayarannya agak di belakang," pungkasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini