Utang RI Rp9.000 Triliun hingga Kesejahteraan Pensiunan PNS

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 01 Juli 2018 10:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 01 320 1916251 utang-ri-rp9-000-triliun-hingga-kesejahteraan-pensiunan-pns-tBZ0tl0fQ0.jpg Foto: Menteri Keuangan Sri Mulyani (Antara)

JAKARTA - Pembangunan infrastruktur jalan tol sudah mulai menampakkan hasil. Pemerintah pun bersiap untuk meresmikan sekaligus menandai operasional 7 ruas tol lagi hingga akhir tahun 2018.

Dari tujuh ruas yang akan diresmikan, tiga di antaranya saat ini pembangunannya sudah rampung dan tinggal menunggu untuk diresmikan.

Kendati demikian, masih ada selah yang dijadikan kritik bagi pemerintah. Salah satunya yang disampaikan oleh politisi Partai Gerindra Prabowo Subianto yang menyebutkan bahwa utang kumulatif Indonesia mencapai Rp9.000.

Sontak, Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bendahara negara menjawab kritikan yang kembali mengungkit soal utang Indonesia.

Di sisi lain, kabar gembira terus membanjiri Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pemerintah sudah menyiapkan model pensiun baru bagi para aparatur negara. Menurut Sekertaris Kabinet Pramono Anung model pensiun ini diyakini akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada pensiunan.

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

7 Ruas Tol Baru Siap Diresmikan, Ini Daftarnya

Pemerintah akan segera meresmikan beberapa tol lagi hingga akhir tahun ini. Setelah sebelumnya meresmikan jalan tol Rembang-Pasuruan, ada sekitar 7 ruas tol lagi yang akan segera menyusul untuk dioperasikan.

H+3 Lebaran, Kemacetan Mulai Terlihat di Tol Fungsional Solo - Salatiga

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry TZ mengatakan, dari tujuh ruas yang akan diresmikan, tiga di antaranya saat ini pembangunannya sudah rampung dan tinggal menunggu untuk diresmikan. Ketiga ruas tol tersebut yakni Pejagan-Pemalang ruas Brebes Timur (Brexit-Pemalang) sepanjang 37,3 km, kemudian ada Kertasura-Sragen sepanjang 35,2 km dan terakhir adalah Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi seksi I sepanjang 10,75 km.

“Tinggal menunggu waktu peresmiannya, tapi secara project sudah siap,” ujarnya saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurut Herry, peresmian ketiga tol tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja. Sebab, untuk melakukan peresmian jalan tol perlu menyesuaikan waktu sesuai dengan oejabat yang terkait.

Sebagai contohnya adalah saat peresmian jalan tol Rembang-Pasuruan beberapa waktu lalu. Peresmian tol tersebut menyesuaikan dengan jadwal Presiden yang kebetulan pada saat itu melakukan kunjungan ke daerah Jawa Timur.

“Tapi biasanya peresmian tidak lama setelah pembangunan selesai. Ketika selesai ya langsung disiapkan untuk dioperasikan,”ucapnya

Sementara tiga lainnya lanjut Herry, saat ini masih terus dikebut pengerjaannya dan ditargetkan bisa rampung tahun ini. Ketiga jalan tol tersebut yakni Depok-Antasari seksi I sepanjang 5,80 km kemudian ada tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) seksi I sepanjang 15 km dan Cinere-Jagorawi seksi II sepanjang5,5 km.

“Depok Antasari nanti kita cek kesiapannya. Cijago kemungkinan selesai. Terus Bocimi jadinya kan Juli, nanti kita cek kesiapannya terus lah,” ucapnya.

Sementara itu, AVP Corporate Communication PT Jasamarga Tbk Dwimawan Heru mengatakan, jalan tol Ngawi-Kertosono ruas Wilangan-Kertosono siap diresmikan pada tahun ini. Pasalnya, jalan tol ini saat ini sedang dalam tahap finishing penyelesaiannya.

Dengan siapnya Jalan tol Ngawi-Kertosono pada tahun ini, maka ada tujuh jalan tol yang siap diresmikan pada tahun ini. Sementara khusus Kertasura-Sragen, siap diresmikan dalam waktu dekat. Peresmian masih menunggu beberapa teknis. Termasuk penetapan tarif untuk operasional tol tersebut.

“Jadwal seperti disampaikan pak menteri kemarin, sampai akhir 2018 semua bisa terselesaikan paling deket Kartsura-Sragen. Peresmian pertama, kemudian Agustus-September peresmian selanjutnya. Jadwal nanti pak menteri saja,” jelas Heru.

Utang Disebut Rp9.000 Triliun, Sri Mulyani: Ya Kalau Bahas Harus Konsisten

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengkritik pemerintah sekarang terkait besarnya utang negara. Prabowo menyebut total utang negara mencapai Rp9.000 triliun.

Mengomentari soal celotehan Prabowo tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam mengelola perekonomian tentu masing-masing entitas punya tanggung jawab masing-masing terhadap utangnnya. Maksudnya, utang itu ada yang dari rumah tangga, korporasi, BUMN, utang lembaga keuangan, pemerintah.

 Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan

Menurutnya, utang Indonesia sering disampaikan Rp9.000 triliun. Padahal hal tersebut terbagi-bagi, di mana posisi utang pemerintah mencapai Rp4.169 triliun.

"Itu dibandingkan seluruh PDB tetap di bawah 29% kan sekitar itu. Jadi kalau membahas ya konsisten saja, kalau utang korporasi ya dibandingkan volume korporasi. Kalau BUMN dibandingkan total aset dan revenue-nya. Utang rumah tangga ya terhadap rumah tangga," tuturnya.

 

Fakta-Fakta Skema Baru Pensiun PNS

Pemerintah sudah menyiapkan model pensiun baru bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurut Sekertaris Kabinet Pramono Anung model pensiun ini diyakini akan memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada pensiunan.

Berikut ini fakta-faktanya, seperti dirangkum Okezone, Rabu (27/6/2018) :

1. Mulai Berlaku 2020

Model pensiun baru bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) direncanakan akan diberlakukan pada tahun 2020. Saat ini sedang dimatangkan antara APBN dan APBD.

Menurut Seskab, model pensiun baru disiapkan setelah pemerintah melihat, para pensiunan kita itu begitu mau pensiun bukan malah bergembira tetapi menjadi beban bagi yang mau pensiun, sehingga kelihatan setelah pensiun kesehatannya sering menurun dan sebagainya, padahal usianya masih pada usia yang produktif.

2. Keuntungan PNS dengan Model Pensiun Baru

Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan, konsep awal mengenai reformasi pensiun. Tujuannya adalah agar pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI, Polri bisa lebih baik lagi dari sekarang.

Wanita yang biasa disapa Ani itu mengatakan, dalam konsep awal tersebut, ada beberapa hal yang akan diusulkan. Usulan pertama adalah benefit alias manfaat, dirinya mengusulkan akan manfaat yang didapat pensiunan PNS, TNI, Polri bisa lebih baik lagi.

3. Lembaga Baru Kelola Dana Pensiun PNS

Pemerintah sedang menyiapkan lembaga baru yang akan mengatur dan mengelola dana pensiun bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sehingga produktivitas dan kesejahteraan mereka tetap bisa berkesinambungan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah sedang memikirkan untuk mereformasi sejumlah aturan terkait pensiun ASN.

"Yang sedang disiapkan oleh Ibu Menteri Keuangan dan Menteri Pan-RB. Yang intinya adalah nanti ada sebuah lembaga baru yang akan mengatur di mana kalau di negara-negara maju yang namanya dana pensiun diinvestasikan secara baik sehingga bisa memberikan manfaat bagi para pensiunan," jelasnya.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini