nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ngekor The Fed, BI Diprediksi Kembali Naikkan Suku Bunga

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Minggu 01 Juli 2018 17:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 01 320 1916303 ngekor-the-fed-bi-diprediksi-kembali-naikkan-suku-bunga-6DYQCk8Lx8.jpg Foto: Uang Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia menaikkan kembali suku bunga acuan atau BI-7 Days Repo Rate sebesar 50 basis points (bps) pada bulan Juni. Sehingga  suku bunga acuan kini berada di level 5,25%.

Kenaikan tersebut merupakan yang ketiga kalinya dilakukan Bank Sentral sepanjang 2018. Sebelumnya, BI telah menaikkan 50 bps pada bulan Mei, dengan 25 bps pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Mei, serta 25 bps pada RDG Tambahan.

Maka dalam kurun waktu dua bulan BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps.

Ekonom BCA David Sumual mengatakan, pengetatan moneter ini pun diprediksi akan terus berlanjut, mengingat kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika, Fed Fund Rate (FFR)  hingga 3-4 kali di 2018 dan kondisi ekonomi global yang dinamis.

Rupiah Tak Berisiko Melemah ke Level Rp15.000 per Dolar AS

"Melihat kondisi eksternalnya kemungkinan siklus pengetatan ini masih akan berlanjut ke depannya," ujarnya kepada Okezone, Minggu (1/7/2018).

Pasalnya, selain kebijakan moneter Bank Sentral AS, kondisi perang dagang antara AS dengan China yang kian memanas, serta pelemahan mata uang China juga berdampak pada perekonomian negara lainnya, termasuk Indonesia.

Sementara itu, kondisi defisit neraca perdagangan dan neraca pembayaran Indonesia yang melebar juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan untuk bisa mengerek Rupiah. 

Hal ini yang menjadi pertimbangan Bank Sentral untuk memungkinkan kenaikan suku bunga acuan berlanjut.

"Jadi tergantung perkembangan eksternalnya. Kalau di lihat, masih ada kemungkinan naik lagi," tekannya.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Sentuh Rp13.747 per Dolar AS

Sementara itu, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam menilai, BI masih memiliki ruang kenaikkan suku bunga hingga 5,5% disepanjang 2018.

"Level bunga acuan 5,5% diperkirakan masih cukup kondusif untuk perekonomian kita," katanya kepada Okezone.

Hal ini menyusul, kebijakan Bank Sentral AS melanjutkan kenaikan FFR hingga dua kali lagi di 2018, setelah sempat menaikkan di bulan Meret dan Juni. Kini FFR  berkisar 1,75% hingga 2,00%.

"BI akan terus mengikuti kenaikan suku bunga The Fed (Bank Sentral AS) yang kemungkinan dua kali lagi di tahun ini," ucapnya.

(ulf)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini