Inflasi Juni 0,59%, BKF: One of The Lowest

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 14:55 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 02 20 1916657 inflasi-juni-0-59-bkf-one-of-the-lowest-KaBlkjvjSk.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi pada bulan Juni 2018 sebesar 0,59%. Angka ini lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi pada Lebaran tahun 2017.

Adapun inflasi tahun kalender Juli adalah 1,90%. Sementara inflasi tahunan Mei 2018 sebesar 3,12% (year on year/yoy)

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan, angka inflasi pada Lebaran tahun ini merupakan salah satu yang terendah sepanjang sejarah. Sebab biasanya inflasi pada lebaran selalu tinggi karena kenaikan harga pangan.

 

Sebagai perbandingan, BPS mencatat inflasi pada Juni 2017 sebesar 0,69%, sementara Juni 2016 0,69%. Lalu untuk Juni 2015 sebesar 0,93%, 2014 sebesar 0,93%, dan pada Agustus 2013 sebesar 1,12% dan Agustus 2012 sebesar 0,95%.

"Untuk (inflasi) Lebaran, one of the lowest," ujarnya saat ditemui di gedung DPR-RI, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Suahasil juga membantah jika rendahnya inflasi dikarenakan daya beli yang menurun. Sebab, konsumsi pada lebaran tahun ini masih tergolong tinggi.

"Enggak ada masalah (daya beli menurun). Kemarin kan ada buka bersama (bukber), kemarin pada bukber enggak?," ucapnya.

 

Suahasil menambahkan, inflasi merupakan salah satu instrumen penting dalam pertumbuhan ekonomi. Karena, dengan inflasi yang rendah maka konsumsi masyarakat bisa meningkat.

Sebab, jika meskipun ada kenaikan harga namun angkanya masih di bawah angka pertumbuhan daya beli. Artinya, harga barang masih berada diangka yang terjangkau.

"Jaga inflasi rendah itu penting karena komponen terpenting di Product Domestik Bruto (PDB) adalah konsumsi, kalah mau PDB lebih tinggi konsumsi enggak bisa tumbuh hanya 5%-5,1%. Ini bisa dicapai kalau masyarakat income-nya naik dan inflasinya rendah. Daya beli enggak termakan inflasi yang tinggi. Sekarang dengan pemerintah buat supaya BBM listrik tetap, maka itu menjaga inflasinya," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini