Daging Ayam Jadi Biang Kerok Inflasi Juni

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 16:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 02 20 1916730 daging-ayam-jadi-biang-kerok-inflasi-juni-V1Hi5fgHDr.jpg Bisnis Ayam Potong (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga ayam sepanjang Ramadan hingga Lebaran memang selalu di atas harga acuan penjualan Rp32.000 per kilogram (kg). Bahkan pada H-1 Lebaran, harga ayam menyentuh Rp50.000 per kg.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai inflasi Juni 2018, harga ayam menjadi salah satu komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,03%.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, inflasi Juni 2018 sebesar 0,59%. Salah satu pendorong terciptanya inflasi dari kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 0,19%.

Di Pasar Pa Baeng-Baeng Makassar, Harga Ayam Potong Naik Rp15 Ribu/Ekor 

Kecuk mengatakan, kelompok ini pada Juni 2018 mengalami inflasi 0,88% atau terjadi kenaikan indeks dari 146,00 pada Mei 2018 menjadi 147,29 pada Juni 2018. Dari 11 sub kelompok, 8 komoditas mengalami inflasi dan sisanya deflasi.

Sub kelompok yang mengalami inflasi ada sayuran 2,86%, terendah kacang-kacangan 0,36%. Sementara yang mengalami deflasi tertinggi itu telur, susu 1,2% dan terendah bumbu-bumbuan sebesar 0,05%.

Di Pasar Pa Baeng-Baeng Makassar, Harga Ayam Potong Naik Rp15 Ribu/Ekor 

"Kelompok ini pada Juni memberikan andil sebesar 0,19%. Komoditas dominan yang memberikan andil inflasi yaitu ikan segar 0,08%, daging ayam ras 0,03%, ayam hidup, daging ayam kampung, daging sapi, ikan diawetkan, kacang panjang, tomat, bawang merah, cabai rawit dan kelapa masing-masing 0,01%," tuturnya, di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (2/7/2018).

Sementara komoditas yang dominan memberikan deflasi adalah telur ayam ras, cabai merah masing-masing 0,03%, beras dan bawang putih masing-masing 0,01%.

Sebenarnya besarnya inflasi bukan lagi karena bahan pangan. Besarnya inflasi menurut kelompok pengeluaran terbesar didorong oleh transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,20%.

"Panjangnya libur Lebaran dan ritual pulang kampung membuat penggunaan transportasi meningkat. BPS mencatat layanan transportasi meningkat pada angkutan udara," tuturnya.

 

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini