nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Melemah Lagi, Suahasil Nazara: Kita Waspada

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 14:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 02 278 1916642 rupiah-melemah-lagi-suahasil-nazara-kita-waspada-PBkAWO4BVw.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan siang ini di level Rp14.331 per USD. Padahal pada pembukaan perdagangan pagi tadi, Rupiah sempat menguat di level Rp14.320 per USD.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah akan terus mewaspadai pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Selain itu, pemerintah juga tetap menyiapkan beberapa kebijakan untuk menahan nilai tukar Rupiah agar tidak terus melemah.

 Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Kebijakan Bank Indonesia (BI) misalnya yang beberapa waktu lalu mengambil langkah dengan menaikan suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin, sehingga saat ini suku bunga acuan BI menjadi 5,25%.

"Jadi pergerakan ini, kita waspadai terus semuanya. Tapi kita melakukan, otoritas melakukan kebijakan, BI sudah mengambil kebijakan itu," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/7/2018).

 Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Menurut Suahasil, nilai tukar rupiah akan terus mengalami pergerakan secara dinamis. Hal tersebut tergantung dari suplai dan demand dari mata uang itu sendiri. "Ya kalau Rupiah kan dia tergantung gerak dari supply dan demand," ucapnya.

Apalagi lanjut Suahasil, perekonomian Amerika Serikat saat ini sedang dalam tren yang positif. Setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang berencana menaikan suku bunga acuannya sebanyak 4 kali pada tahun ini.

"Global volatility membuat beberapa di internasional itu pergerakan dari portofolio internasional di pasar uang, dari emerging market masuk ke amerika, sehingga uang keluar dari emerging market lalu dia masuk ke Amerika karena suku bunga Amerika relatif lebih tinggi dan diperkirakan masih akan naik," jelasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini