nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan PGN Akuisisi 51% Saham Pertagas

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 13:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 03 278 1917163 ini-alasan-pgn-akuisisi-51-saham-pertagas-NYmvQEw53N.jpg Foto: PGN Akuisisi Pertagas (Feby/Okezone)

JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk resmi melakukan proses pengambilalihan saham Pertagas yang dimiliki PT Pertamina (Persero) dengan nilai nominal sebesar Rp16,6 triliun atau setara 51% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Pertagas.

Menurut Direktur Utama PGN Jobi Triananda, pengambilalihan saham sebesar 51% dilakukan karena perseroan masih membutuhkan dana untuk mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur gas ke depannya. Untuk itu, perseroan memutuskan untuk tidak mengambil 100% saham Pertagas.

"Buat PGN yang utama dari semua bisnis line, bagaimana distribusi dan transmisi bisa di integrasi, ada bisnis listrik, ada PT Perta Kalimantan Gas (PKG) belum beroperasi, Perta Arun Gas. Secara strategis ini bisnis transmisi dan distribusi," tuturnya, di Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

 

Menurut Jobi, dengan menguasi 51%, PGN sudah bisa memegang kendali atas perusahaan tersebut. Hanya saja, untuk bisa menguasai 49% sisa sahamnya, memang tidak menutup kemungkinan PGN akan ambilalih juga.

"49% diapakan belum dipikirkan. Ini merupakan opsi ada di CSPA. Pikirkan transaksi. Mau ada kemampuan finansial untuk transaksi ke depan," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PGN Said Reza Pahlevi menambahkan, valuasi yang dilakukan perseroan sesuai dengan regulasi OJK, di mana harus oleh KJPP register. Dalam lakukan valuasi ada metode, mengunakan pendekatan BCF atau dan market pembanding 70:30.

"Kenapa 30% karena Pertagas bukan perusahaan publik. Ada formula-formula dari data-data yang kita terima dari Pertagas. Komparasi dari book value jadi tidak fair, secara formulasi ada hitung-hitungan datanya lengkap," tuturnya.

 

Dia menerangkan, pembiayaan Rp16,6 triliun tidak semua berasal dari internal perusahaan. Tapi ada peminjaman yang dilakukan PGN.

"Tidak semua kita ambil dari internal cash PGN. Sepertiga danai dengan internal, dua pertiga dari eksternal. Pertimbangkan efek yang paling minimize untuk PGN USD500 juta dolar dari internal. Eksternal, masih kita bicarakan, perbankan dan market. Windows ada 90 hari untuk settlement," tuturnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini