Rupiah Anjlok Dekati Rp14.500/USD, Apa yang Dilakukan BI?

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 14:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 03 278 1917191 rupiah-anjlok-dekati-rp14-500-usd-apa-yang-dilakukan-bi-mdQV1PY1hI.jpeg Foto: Antara

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Melansir Yahoofinance, mata uang Garuda berada di Rp14.428 per USD.

Meyikapi pelemahan Rupiah ini, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, BI terus berada di pasar untuk melakukan stabilisasi. Langkah-langkah pun terus dilakukan dengan stabilitas di pasar valas baik melalui intervensi maupun pembelian SBN dari pasar sekunder.

"Tentu saja ini ada lelang dari SBN dan kita harapkan investasi asing masuk juga ke SBN dan itu menambah juga dolar dan ikut stabilkan nilai tukar Rupiah," ujarnys di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

 Wajah Semringah Perry Warjiyo Usai Sumpah Jabatan Pelantikan Gubernur Bank Indonesia

Sedangkan kenaikan suku bunga yang beberapa waktu dinaikkan ke level 5,25%, Perry menyatakan, respons tersebut untuk bisa membuat membuat pasar keuangan Indonesia khususnya di obligasi pemerintah, yield tetap menarik bagi investor asing.

"Konteksnya seperti itu, jadi dengan adanya lelang kemungkinan investor asing akan masuk dan itu juga akan melakukan stabilitas nilai tukar," tuturnya.

 Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan  50 Basis Poin Menjadi 5,25 Persen

Oleh karena itu, rapat koordinasi membahas hal ini perlu dilakukan. Pasalnya, masih banyak investor asing yang belum masuk.

"Sementara jika ada beberapa investor asing menjual SBN, maka BI akan membeli SBN dari pasar sekunder tentu saja at market price. Koordinasi ini yang perlu dilakukan," ujarnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini