nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rapat di DPR: Listriknya Sih Nyala tapi Subsidi Tak Tepat Sasaran

Ulfa Arieza, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 11:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 03 320 1917079 rapat-di-dpr-listriknya-sih-nyala-tapi-subsidi-tak-tepat-sasaran-4HiTsXItqh.jpg Foto: Rapat Banggar-Pemerintah (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) menggelar rapat panja. Rapat ini memasuki hari kedua di mana hari sebelumnya, Badan Anggaran DPR juga melakukan rapat panja dengan Pemerintah yang menghadirkan Kementerian Keuangan yang membahas mengenai Asumsi Dasar, Kebijakan Fiskal, Pendapatan Defisit dan Pembiayaan.

Adapun rapat kali ini membahas tentang kebijakan penerimaan minyak dan gas (migas), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan kebijakan subsidi listrik. Rapat panja kali ini dipimpin oleh Wakil Ketua Banggar Said Abdullah.

 

Sebelum memulai rapat, Said menekankan agar subsidi listrik nanti dapat tepat sasaran. Sebab, Said mengatakan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan terkait listrik yang tidak tepat sasaran. Said sempat membandingkan dengan program yang dinilai telah tepat sasaran yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan pemberian beras untuk masyarakat miskin.

"Listrik ini enggak pernah tepat sasaran, listriknya nyala sih cuma enggak pernah tepat sasaran dan kita dapat keluhan dari bawah," kata dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/7/2018).

 

Setelah pembahasan penerimaan minyak dan gas (migas), Bahan Bakar Minyak (BBM), dan kebijakan subsidi listrik, maka rapat akan dilanjutkan dengan pembahasan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian dan Lembaga (K/L).

"PNBP K/L sebenarnya saya harapakan secukupnya karena ini masih awal, sehingga yang disampaikan pokok kebijakan saja karena ini belum rinci,"kata dia.

Adapun rapat panja ini dihadiri oleh, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Djoko Siswanto, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Andy Noorsaman Sommeng, Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fanshurullah Asa, dan Direktur Pemasaran Pertamina Mas'ud Khamid.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini