nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Rp14.000, Benarkah Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat?

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 06:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 04 278 1917977 rupiah-rp14-000-benarkah-fundamental-ekonomi-indonesia-kuat-UQjqh8mQeo.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Core Indonesia menilai gejolak nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) saat ini hendaknya menjadi pengingat bahwa struktur perekonomian kita masih lemah.

Menurut Direktur Riset Core Indonesia Piter Abdullah Redjalam, Bank Indonesia (BI) selalu bicara bahwa fundamental kita kuat dengan melihat faktor-faktor yang memang kuat. Namun kenyataannya tidak.

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin 

"Kita melupakan satu faktor yang lemah, yang selalu menjadi permasalahan saat terjadi shock global, yaitu current account defisit (CAD)," tuturnya dalam keterangan yang diterima Okezone.

Dia mengatakan, ketika BI dan pemerintah memikirkan solusi yang lebih permanen mengatasi kelemahan ini. Ternyata ada sisi lain yang ternyata sangat lemas.

"Mengurangi defisit current account setidaknya dengan segera mengatasi trade balance defisit," tuturnya.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Dia menilai, kebijakan BI yang menaikkan suku bunga 50 bps justru efeknya negatif, karena kenaikan suku bunga acuan terlalu besar di luar ekspektasi pasar. Kenaikan suku bunga acuan BI seharusnya cukup 25 bps dan ditujukan bukan untuk menguatkan Rupiah dengan segera tapi lebih mencegah pelemahan Rupiah lebih besar.

"Di luar dugaan BI menaikkan 50 bps. Bisa dibaca BI terburu-buru dan tidak confidence yang kemudian menyebabkan pasar juga tidak confidence," tuturnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini