Obligasi Pelindo IV Rp3 Triliun Tercatat di BEI untuk Indonesia Timur

Ulfa Arieza, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 05 278 1918193 obligasi-pelindo-iv-rp3-triliun-tercatat-di-bei-untuk-indonesia-timur-11VD6XK2Gq.jpg Foto: Obligasi Pelindo IV (Ulfa/Okezone)

JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV (Persero) resmi mencatatkan penerbitan obligasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp3 triliun. Obligasi ini merupakan surat utang perdana yang diterbitkan perseroan.

Deputi Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro menuturkan, Kementerian BUMN mendorong perusahaan BUMN untuk mencari sumber-sumber pembiayaan di luar APBN. Dengan demikian sumber APBN dapat lebih difokuskan kepada program pemerintah lain untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.

"Kami berharap pemanfaatan dana obligasi dapat secara optimal digunakan sesuai dengan rencana kerja anggaran perseroan yaitu menjadi pengelola jasa kepelabuhanan di wilayah Indonesia Timur untuk mewujudkan konektivitas perdagangan baik antar pulau maupun ekspor sehingga mampu mengatasi disparitas harga di wilayah Indonesia Timur," kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

 

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo IV Doso Agung menjelaskan, pada penerbitan obligasi perdana ini, terjadi kelebihan permintaan penawaran atau oversubscribed. Doso mengatakan, seluruh dana yang terkumpul akan digunakan untuk mempercepat pembangunan konektivitas di Indonesia khususnya Timur, sehingga nantinya kegiatan pelabuhan di Indonesia timur dapat dipacu lagi, baik kegiatan antar pulau maupun kegiatan ekspor sehingga akan menekan disparitas harga.

"Untuk mengingat obligasi ini untuk membangun konektivitas maka obligasi ini kami namai Konektivitas Indonesia. Harapannya dengan terbitnya obligasi percepatan konektivitas di Indonesia Timur segera kita diwujudkan karena luas wilayah Indonesia Timur hampir 50% dari wilayah Indonesia," kata dia.

Dengan demikian, lanjut dia, apabila wilayah Indonesia timur ini bisa diselesaikan dalam masalah biaya logistik dan konektivitas artinya 50% permasalahan Indonesia di bidang logistik bisa ditangani.

Adapun pembangunan berbagai proyek strategis yang sudah dilakukan sebelumnya di beberapa pelabuhan Kawasan Timur Indonesia (KTI), yaitu Makassar New Port, Pelabuhan Bitung, Kendari New Port dan Pelabuhan Pantoloan-Palu.

 Sempat Sentuh Rp14.200 per Dolar AS, Rupiah Ditutup Menguat 0,53%

Doso Agung menegaskan, selain obligasi, PT Pelindo IV juga memanfaatkan dana internal perusahaan untuk mengembangkan pelabuhan-pelabuhan lainnya di wilayah pengelolaan perusahaan. Sehingga konektivitas antarpelabuhan dapat segera diwujudkan dan disparitas harga di wilayah Indonesia Timur dapat diatasi.

Dalam penerbitan obligasi ini, yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Obligasi emiten berkode PIKI ini adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT CGS-CIMB Sekuritas Indonesia.

Penerbitan surat utang tersebut dibagi dalam 3 tenor dengan jangka waktu dan bunga yang berbeda. Seri A untuk lima tahun dengan tingkat bunga 8%, Seri B untuk tujuh tahun dengan bunga 9,15% dan Seri C untuk sepuluh tahun dengan kupon 9,35%.

Obligasi ini akan memiliki bunga tetap dan bunga dibayarkan setiap triwulan. Obligasi I Pelindo IV Tahun 2018 ini telah memperoleh hasil pemeringkatan idAA (Double A) dari PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini