Pengusaha: Dampak Pelemahan Rupiah Lebih Banyak Negatifnya

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 14:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 05 278 1918288 pengusaha-dampak-pelemahan-rupiah-lebih-banyak-negatifnya-FHedMCnaXh.jpg Foto: Ketua Umum Apindo (Okezone)

JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) memiliki dampak negatif yang lebih besar.

Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengatakan, ketika Rupiah melemah ada dua dampak, dari sisi ekspor diuntungkan. Tapi dari sisi lain memberikan dampak negatif yang lebih besar.

"Jadi secara keseluruhan pasti itu berikan dampak berat pada kita. Berapa pada anggaran, APBN maupun masyarakat karena bahan baku banyak impor, otomatis nilai produksi mahal," tuturnya kepada Okezone.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Hariyadi menilai, sebenarnya pelemahan ini sudah bisa diantisipasi, karena pertumbuhan AS sudah bisa diprediksi akan membaik dan The Fed akan menaikan suku bunganya.

Hanya saja memang, ada kelemahan pada sisi sektor rill, di mana cadangan devisa yang mestinya banyak, tapi lambat terbentuk karena sisi pertumbuhan ekspor, investasi langsung dan pariwisata.

"Ketiga sektor ini perkembangannya tidak secepat negara lain, nah sehingga kalau cadev terbatas, tidak bergerak cepat, otomatis BI tidak bisa mengelola valas, ibarat peluru itu kurang, ada keterbatasan," tuturnya.

 Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Terdepresiasi 50 Poin

Menurutnya, jangka pendek yang mesti pemerintah dan BI lakukan adalah meningkatkan ketiga faktor tersebut, ekspor, pariwisata dan investasi langsung.

"Pertama harus mendorong ekspor kita, regulasi yang menghambat semua harus dilonggarkan. Jadi kalau mau meningkatan devisa, ekspor investasi langsung sama pariwisata dan kendalikan impor. Kalau bisa ya agak lumayan menolong," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini