Harga Minyak Dunia Naik Dekati USD80/Barel, Ini Pemicunya

ant, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 07:25 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 05 320 1918106 harga-minyak-dunia-naik-dekati-usd80-barel-ini-pemicunya-VZ2turHReG.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

LONDON - Minyak mentah Brent menguat pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didorong lebih tinggi oleh ancaman dari seorang komandan Iran dan penurunan persediaan minyak mentah AS untuk minggu kedua berturut-turut.

Harga Brent naik di atas USD78 per barel setelah komandan Pengawal Revolusi Iran mengatakan dia siap untuk mencegah ekspor minyak mentah regional jika penjualan minyak Iran dilarang oleh Amerika Serikat.

Kontrak berjangka Brent yang paling aktif untuk pengiriman September, ditutup naik 48 sen AS menjadi USD78,24 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik 19 sen AS menjadi USD74,33 per barel, mendekati posisi tertinggi tiga setengan tahun pada Selasa (3/7/2018) di atas USD75 per barel. Pasar AS tidak akan memiliki harga penyelesaian karena liburan Hari Kemerdekaan AS.

 

Presiden Iran Hassan Rouhani mengancam untuk mengganggu pengiriman minyak dari negara-negara tetangga jika Washington terus menekan semua negara untuk berhenti membeli minyak Iran.

Semakin dekatnya sanksi AS terhadap ekspor minyak mentah Iran, force majeure di Libya dan penutupan pipa yang tidak direncanakan di Nigeria telah mempersuram prospek pasokan, meskipun produksi oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) meningkat.

"Di dunia yang ideal, peningkatan produksi minyak global atau regional akan memiliki tekanan turun pada harga. Namun, ini tidak ada waktu normal karena penghentian pasokan hampir terjadi setiap minggu," kata ahli strategi PVM Oil Associates, Tamas Varga.

 

"Dalam situasi seperti ini, dibenarkan untuk memperdebatkan harga yang lebih tinggi ketika kenaikan produksi diumumkan," katanya.

Persediaan minyak mentah AS turun 4,5 juta barel dalam seminggu hingga 29 Juni menjadi 416,9 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk penurunan 3,5 juta barel.

Stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 2,6 juta barel, kata API. Stok minyak mentah di fasilitas penyimpanan minyak di Cushing telah jatuh setelah terjadi penutupan di fasilitas ladang minyak Syncrude Kanada di dekat Fort McMurray, Alberta, sebanyak 360.000 barel per hari.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini