Pemerintah Rela Lembur Antisipasi Perang Dagang AS-China

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 07 Juli 2018 12:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 07 320 1919245 pemerintah-rela-lembur-antisipasi-perang-dagang-as-china-k4fG74M4Al.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian bakal menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas kementerian sebagai antisipasi dampak buruk akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Rakor pun akan dilangsung saat libur hari kerja atau Minggu 8 Juli 2018.

"Ya jadi memang kami sekarang sedang melakukan banyak pertemuan termasuk besok, Minggu ada pertemuan di Kemenko Perekonomian dan mungkin beberapa rekan media ada di sana Minggu sore, karena pertemuannya akan dilakukan di sana," ungkap Direktur Jenderal Industri dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Menurut Putu, rakor esok hari akan menentukan sikap pemerintah. Di mana setiap kementerian dan lembaga (K/L) akan membawa bahan untuk seperti apa antisipasi dampak perang dagang ini.

 

Putu yakin Indonesia bisa mengantisipasi perang dagang karena punya potensi kemandirian di berbagai sektor. Selain itu, tidak semua industri juga bergantung pada pasar di AS dan China.

"Dunia begitu luas sehingga kita tidak perlu bergantung pada perang dagang," katanya.

Sebelumnya, Menteri Peridustrian Airlangga Hartarto mengatakan, rencana evaluasi produk yang dilakukan AS sebenarnya sama saja dengan apa yang dilakukan di Indonesia. Di mana untuk memperbaiki neraca perdagangan, tentu harus mengurangi defisit.

"Tidak apa-apa karena kita udah menang lawan AS, jadi mereka review kita," tuturnya.

 

Airlangga mengatakan, produk Indonesia yang banyak dikirim ke AS seperti frozen food, kertas dan sebagainya. Meski begitu, kata Airlangga, AS juga banyak kepentingan ekonomi di Indonesia. Tentu jika ada sesuatu yang terjadi pasti segera akan ditindaklanjuti.

"Ya tentu cari produk baru dan langkah berikutnya diantisipasi, kan banyak kepentingan ekonomi AS di Indonesia. Nah tentu kita bahas juga sifatnya detail," tuturnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini