nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Industri Baja dan Keramik Diprediksi Kena Dampak 'Luber' Perang Dagang AS-China

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 07 Juli 2018 12:53 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 07 320 1919256 industri-baja-dan-keramik-diprediksi-kena-dampak-luber-perang-dagang-as-china-RmM1wJL437.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, ada dua sektor industri yang siap terkena dampak buruk akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China. Industri tersebut baja dan keramik.

Direktur Jenderal Industri dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, sebenarnya yang mengkhawatirkan dari perang dagang adalah adanya luberan atau kelebihan barang impor yang bisa sampai ke Indonesia.

"Jadi kalau mereka saling tahan menahan barang itu biarkan saja, tapi yang dikhawatirkan luberan kemari," ujarnya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

 

Dari dampak tersebut, Putu mengatakan, dalam pertemuan di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian sudah disampaikan bahwa ada dua industri yang menjadi konsen yaitu baja dan keramik.

"Itu dikhawatirkan jangan sampai terjadi akibat perang dagang ini," tuturnya.

Meski demikian, Putu mengatakan, perang dagang ini belum terjadi. Oleh karenanya, pemerintah lebih dulu akan melakukan rapat untuk menyatakan sikap seperti apa nantinya.

"Makanya mau dirapatin Minggu sore. Karena banyak pihak mesti terlibat di situ dari Kemendag, Kemenlu apa strategi kita. Dari sisi Kemenperin ya perkuat pelakunya apa ada masalah kita tangani, ada masalah bahan baku ditangani dulu," ujarnya.

 

Putu yakin Indonesia bisa mengantisipasi perang dagang karena punya potensi kemandirian di berbagai sektor. Selain itu, tidak semua industri juga bergantung pada pasar di AS dan China.

"Dunia begitu luas sehingga kita tidak perlu bergantung pada perang dagang," tuturnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini