nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ingin Tingkatkan Investasi, Ekonom: Investor Butuh Kestabilan Politik

ant, Jurnalis · Minggu 08 Juli 2018 18:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 08 320 1919548 ingin-tingkatkan-investasi-ekonom-investor-butuh-kestabilan-politik-YtTOJrAXEv.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Pemerintah terus menggenjot investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4%. Pada tahun ini, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan bisa menarik investasi sebesar Rp765 triliun

Ekonom Universitas Tanjungpura Pontianak, Eddy Suratman, mengatakan pemerintah perlu menjaga kestabilan politik jika ingin investor masuk ke Indonesia. Sebab, banyak investor yang akan dan tengah menanamkan modalnya di Indonesia termasuk di Kalbar membutuhkan kestabilan politik.

"Menjelang pemilihan legislatif, lebih-lebih pemilihan Presiden tahun depan kita sering mendengar dan membaca isu di berbagai media yang mulai panas. Namun apabila situasi menjadi panas dan tak terkendali maka akan berbahaya terhadap keberlangsungan pembangunan ekonomi Indonesia," ujarnya di Pontianak,Sabtu (8/7/2018)

Menurut Eddy, pemerintah dan para tokoh untuk bisa mengendalikan hal tersebut. Sebab investor yang menanamkan modalnya di Indonesia juga mempertimbangkan kondisi politik yang mendukung kegiatan perekonomian.

"Saat ini saja sudah mulai panas, terutama di media-media sosial dengan saling serang, hoaks dan hal yang kontraproduktif. Kalau begini terus iklim investasi bisa terganggu. Investor sekarang lebih banyak menunggu. Mereka baru akan melakukan aksi di tahun depan, ketika sudah mendapat kepastian siapa yang menang Pemilu,"kata dia.

Ia menambahkan selain stabilitas politik, hal lain yang perlu diperbaiki. Seperti dengan memperbaiki regulasi dengan mempermudah izin usaha.

"Usaha kita bersama untuk mempermudah izin harus terus dilakukan. Tenaga kerja akan terserap bila kegiatan usaha meningkat,"katanya.

Oleh sebab itu sebut Eddy pentingnya upaya pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempermudah izin usaha terus dijalankan. Menurutnya Online Single Submission bisa menjadi salah satu opsi bagi pemerintahdalam mempermudah perizinan.

"Soal infrastruktur sebagai penyokong utama kehadiran investasi, pemerintah sekarang sedang menggenjot hal itu dengan pembangunan di mana-mana," jelas dia.

Dikatakan Eddy faktor eksternal belakangan ini juga sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan investasi di Indonesia. Seperti pelemahan nilai tukar Rupiah atas Dolar Amerika Serikat dan naiknya harga minyak dunia yang sudah tembus hampir USD78.

"Harga dolar sudah tembus Rp14.000- an dan minyak dunia tembus 78 dolar As per barel. Tekanan terbesar berasal dari dolar, dimana semua negara kena imbasnya," jelas dia.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini