nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Uji Coba Gas Elpiji 3 Kg Nonsubsidi hingga Peresmian PLTB Sidrap

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 09:10 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 08 320 1919575 uji-coba-gas-elpiji-3-kg-nonsubsidi-hingga-peresmian-pltb-sidrap-Sd6y2hBID5.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mulai melakukan uji coba penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg) non subsidi pada pekan depan. Hal tersebut menindaklanjuti rencana perseroan untuk menjual gas elpiji 3 kg non subsidi secara komersil yang sedianya mulai awal bulan lalu.

Sementara itu, PT Pertamina juga tengah meyiapkan barcode di gas elpiji 3 kilogram subsidi. Tujuannya adalah agar subsudi bisa tepat sasaran.

Kemudian ada juga Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB( yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. PLTB ini menjadi yang pertama di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara (ASEAN).

Ketiga berita tersebut merupakan berita-berita populer selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya:

Pertamina Uji Coba 5.000 Gas Elpiji 3 Kg Nonsubsidi

Pasokan Gas Elpiji Seluruh Indonesia Dipastikan Aman

PT Pertamina (Persero) mulai melakukan uji coba penjualan gas elpiji 3 kilogram (kg) non subsidi pada pekan depan. Hal tersebut menindaklanjuti rencana perseroan untuk menjual gas elpiji 3 kg non subsidi secara komersil yang sedianya mulai hari ini.

VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menuturkan, masa uji coba pasar akan memakan waktu kurang lebih setengah tahun ke depan.

"Uji pasarnya akan mulai pertengahan minggu ini. Uji pasar kurang lebih 6 bulan," kata Adiatma saat dihubungi Okezone, Minggu (1/7/2018).

Adiatma melanjutkan, untuk periode uji coba perseroan akan mendistribusikan gas elpiji 3 kilogram non subsidi di dua wilayah, yaitu Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya, perseroan akan melakukan evaluasi terkait penjualan produk.

"(Distribusi) Daerah Jakarta dan Surabaya, jumlah tabung kurang lebih 5.000 tabung," kata Adiatma.

Sebelumnya, Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan perseroan merencanakan penjualan ini dimulai hari ini, 1 Juli 2018.

Elpiji nonsubsidi ini pun dijual bebas kepada masyarakat, sehingga baik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun yang mampu bisa membelinya.

"(Elpiji non subsidi jadi dijual) per 1 Juli 2018. (Teknisnya) ya dijual aja tapi ini tidak di subsidi," ujar Nicke di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (22/6/2018) silam.

Penjualan ini, menurutnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mampu, khususnya yang tinggal di apartemen dan terbiasa dengan hidup praktis. Di mana hanya membutuhkan gas dengan ukuran yang kecil.

"Karena kan gini, sebetulnya ada orang yang memerlukan 3 kg tapi mereka tidak perlu subsidi, mungkin seperti yang di apartemen. Dia ngapain beli yang besar. Karena permintaan ada maka kita siapkan," jelasnya.

Nicke memastikan, disamping penjualan elpiji 3 kilogram nonsubsidi, namun kuota tabung gas subsidi tak akan berkurang. Menurutnya, hal tersebut sama dengan yang dilakukan Pertamina saat menjual tabung gas 12 kg nonsubsidi saat itu.

"Enggak akan berkurang (kuota elpiji subsidi). Kayak kita jual elpiji yang 12 kg aja, sama aja," katanya.

Adapun harga pasti tabung gas 3 kg nonsubsidi belum dapat disebutkan oleh Nicke. Namun berdasarkan usulan dari Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, elpiji 3 kg nonsubsidi akan dijual dengan harga Rp39.000.

"Belum nanti (kisaran harganya). Belum tahu (apakah akan dijual Rp39 ribu atau tidak)," katanya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini