nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Properti Anda Tak Juga Laku, Perhatikan 2 Hal Penting Ini

Agregasi Rumah.com, Jurnalis · Minggu 08 Juli 2018 17:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 08 470 1919525 properti-anda-tak-juga-laku-perhatikan-2-hal-penting-ini-waJZ1yawl6.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bisnis Properti memang menggiurkan bagi siapapun orangnya. Apalagi jika, orang tersebut sudah mempunyai banyak listing properti, maka hanya dengan duduk santai saja pundih-pundih rupiah akan mendatangi dengan sendirinya.

Namun bagi ada yang punya banyak listing properti, tapi belum ada satu pun yang laku? Ini berarti Anda harus cari tahu penyebab iklan properti Anda sepi.Sehingga tidak dilirik orang. Iklan properti yang baik selain harus tepat sasaran juga harus menarik dan informatif.

Anda juga bisa mencari lewat situs jual beli online di internet.Wajar saja, sebab bagi banyak orang yang hendak membeli properti baik itu rumah, apartemen, tanah, maupun ruko, kini mereka akan mencarinya lewat situs properti online karena mudah, banyak pilihan, dan juga hemat waktu.

Dengan penjelasan tersebut cukup membuktikan jika broker atau agen properti yang cermat tentunya harus memahami pentingnya peran beriklan di situs properti online, dan yang tak kalah penting juga membuat listing properti yang menarik namun juga informatif agar pembeli potensial pun tertarik untuk melirik.

Pastikan agar memberikan informasi properti yang ditawarkan secara benar dan akurat. Mulai dari nama properti, tipe, jenis sertifikat, harga jual atau sewa, luas tanah dan juga bangunan. Tapi ini saja juga belum cukup. Dikutip dari berbagai sumber, inilah beberapa penyebab iklan properti tidak dilirik orang.

Foto

Pameran Properti Expo 2017 Tawarkan Hunian Berkualitas

Faktor yang pertama ini biasanya jadi biang kerok mengapa iklan Anda tidak mampu menggaet hati calon pembeli. Oleh karena itu, coba luangkan waktu sejenak untuk mencermati listing Anda.

Caranya, posisikan diri Anda sebagai konsumen yang tengah mencari rumah atau apartemen baru. Lalu lihat, seberapa tertarikkah Anda dengan foto yang dilampirkan? Atau agar lebih objektif, bisa juga minta pendapat teman.

Jika foto properti tidak dalam tampilan visual yang baik seperti kualitas rendah, terdapat blur, angle kurang tepat, pencahayaan minim atau gelap, maka tidak mengherankan bila iklan Anda sama sekali tak dilirik calon pembeli.

Selain itu, kuantitas foto juga turut memengaruhi listing Anda. Kebiasaan malas yang sering dilakukan para agen properti adalah hanya menyertakan satu atau dua foto saja.

Bahkan yang parah, ada juga yang hanya memakai foto dari brosur atau flyer. Padahal semakin banyak foto yang ditampilkan, akan menarik minat calon pembeli untuk meng-klik iklan Anda. Jangan lupa untuk melampirkan foto properti baik dari segi eksterior maupun interior.

Spesifikasi

Pameran Properti Expo 2017 Tawarkan Hunian Berkualitas

Kebanyakan agen properti malas mengetik spesifikasi lengkap dari properti yang dijualnya. Mereka mengira detail rumah singkat dan foto yang ada sudah cukup memadai. Padahal, konsumen yang tengah menelusuri properti buruannya membutuhkan spesifikasi lengkap dan akurat.

Jadi jika dalam listing Anda tidak tercantum spesifikasi yang lengkap, maka sudah tentu calon pembeli Anda akan beralih ke iklan properti yang lainnya. Selain itu, agen properti juga harus memerhatikan tata cara menulis deskripsi properti yang tepat. Caranya, gunakan kalimat yang ringkas, jelas, dan efektif.

Jangan berlebihan, apalagi sampai bohong. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta hindari kata-kata ambigu. Penggunaan deskripsi berbahasa inggris memang sah-sah saja, karena menunjukkan bahwa Anda merupakan seorang agen properti yang kompeten.

Penurunan Suku Bunga Bisa Jadi Angin Segar Sektor Properti

Akan tetapi, sebaiknya sesuaikan dengan jenis properti yang tengah Anda pasarkan. Minim informasi Jika properti yang Anda iklankan merupakan rumah atau apartemen yang dibangun oleh pengembang, maka sertakan juga informasi tambahan agar listing lebih menonjol.

Misalnya fasilitas di sekitar area, sistem pembayaran yang ditetapkan, promo terbaru, keunggulan properti tersebut, tipe unit yang disediakan, hingga akses menuju jalan tol atau pusat perbelanjaan. Sebagai pelengkap, sebutkan material bangunan yang digunakan dan arah hadapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini