nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moody's Beri Peringkat Utang PGN Baa2 Usai Akuisisi Saham Pertagas

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 13:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 09 278 1919853 moody-s-beri-peringkat-utang-pgn-baa2-usai-akuisisi-saham-pertagas-loviGOrBAH.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Lembaga pemeringkat internasional, Moody's Investors Service menegaskan kembali peringkat PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan peringkat utang Baa2 dengan proyeksi stabil, setelah perseroan mengumumkan akuisisi 51% saham Pertagas senilai Rp 16,6 triliun.

Peringkat ini diberikan karena Moody’s melihat dana akuisisi tersebut bersumber dari utang baru dan kas sebesar USD1,19 miliar. Selanjutnya PGAS dan Pertamina akan membahas lebih lanjut rencana mengakuisisi sisa 49% saham di Pertamina Gas,”Kenaikan rating PGAS mencerminkan harapan kami bahwa keuangan PGAS akan melemah karena adanya tambahan utang untuk membiayai akuisisi Pertamina Gas, tetapi kami menilai keuangan PGAS masih aman dan berada di dalam target toleransi untuk peringkat yang diberikan," kata Abhishek Tyagi, wakil presiden dan analis senior Moody's.

Pengecekan Regulator System PGN di RS Azra Bogor 

Alasan Moodys's meningkatkan rating PGAS juga lantaran PGAS mampu mempertahankan pendapatannya secara konsisten seiring dengan penyesuaian terhadap tarif distribusi gas yang baru.”Penegasan peringkat juga mencerminkan bahwa dengan akuisisi ini, menjadikan posisi pasar PGAS di Indonesia di sektor midstream dan downstream akan semakin kuat, mengingat PGAS akan menjadi satu-satunya gas operasi transmisi dan distribusi di Indonesia,"ujar Tyagi.

Setelah akuisisi, Tyagi memproyeksikan jaringan pipa Gas PGN akan tumbuh sekitar 30%. Fasilitas yang dimiliki PGAS juga akan semakin lengkap dan bisa menghemat biaya operasi dan belanja modal. Tantangan ke depan bagi PGAS adalah mengenai dukungan pemerintah yang secara konsisten akan diberikan kepada PGAS. "Pemerintah jadi memiliki hak veto akan keputusan strategi PGAS," kata Tyagi.

Pengecekan Regulator System PGN di RS Azra Bogor 

Penegasan peringkat ini Moody's didasarkan atas harapan bahwa ke depan PGAS akan mendanai kembali akuisisi sisa 49% saham di Pertamina Gas dan tetap mempertahankan keuangannya dengan baik. Sebaliknya, peringkat bisa diturunkan bila jika terjadi pelemahan keuangan PGAS. Sementara, peringkat bisa dinaikkan lagi jika Moody's kembali menaikkan peringkat investasi Indonesia. Tyagi mengatakan peningkatan peringkat PGAS tidak mungkin terjadi jika Moody's tidak meningkatkan peringkat investasi Indonesia. Hal ini berkaitan dengan pendapatan PGAS yang berasal dari domestik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini