nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala BKPM: Keluhan Investor Nomor 1 Itu Perizinan yang Berbelit

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 13:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 09 320 1919831 kepala-bkpm-keluhan-investor-nomor-1-itu-perizinan-yang-berbelit-PvyjX1ykxi.jpg Kepala BKPM Thomas Lembong (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyebut peluncuran sistem perizinan online alias Online Single Submission (OSS) menjadi tonggak sejarah (milestone) atau peristiwa penting bagi perekonomian Indonesia. Utamanya adalah untuk mendongkrak investasi yang masuk ke dalam negeri.

Lembong juga menyebut jika adanya OSS ini bisa menjadi batu loncatan untuk dunia investasi Indonesia. Sebab, lewat OSS maka perizinan investasi akan semakin mudah.

"Ini sebuah milestone, sebuah peristiwa (penting) yang signifikan," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Menurut Lembong, peluncuran sistem OSS sendiri dilakukan menyusul banyaknya keluhan yang datang dari para investor terkait perizinan. Padahal, pemerintah pusat sudah memangkas beberapa regulasi, namun menurutnya hal tersebut belum juga ampuh untuk mempermudah perizinan.

Peluncurna OSS

Salah satu yang dikeluhkan adalah bagaiman perizinan di daerah yang lama dan berbelit-belit. Padahal, Presiden Jokowi selalu memperingatkan agar daerah tidak mempersulit izin, namun kenyataan di lapangan masih selalu terjadi daerah yang bahkan mengajukan izin sampai berbulan-bulan bulan," jelasnya.

"Saya kira kira semua memahami bahwa keluhan nomor satu investor apakah domestik maupun internasional adalah regulasi dan perizinan yang berbelit," ucap Lembong

"OSS ini adalah upaya komprehensif dalam menertibkan regulasi yang tidak sinkron. Saya sampaikan berkali-kali, bahwa kita kerap buang-buang waktu, kebanyakan surat perizinan dan tetek bengek lainnya," imbuhnya.

Lembong menambahkan, sistem ini tak hanya bisa dimanfaatkan oleh Perseroan Terbatas (PT) saja. Melainkan Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga Koperasi juga bisa mengajukan izin lewat OSS.

Peluncurna OSS

Sebab, pelayanan kepada UKM sudah diatur pada Peraturan Pemerintah Nomor 24 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang ditandatangani langsung oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Dalam aturan tersebut meminta bahwa semua investor harus dilayani lewat OSS tanpa terkecuali.

"Perlu kami tekankan bahwa PP 24 mewajibkan semua lembaga non kementerian pemda untuk memproses semua izin yang mencakup PP 24 melalui sistem OSS. Bagi dunia usaha kami imbau untuk melihat upaya OSS sebagai cermin, kesungguhan komitmen politik pemerintah untuk menertibkan , menyelaraskan proses perizinan di semenanjung nusantara," jelasnya.

Seperti diketahui, pagi ini sistem perizinan online alias Online Single Submission resmi beroperasi. Sistem OSS ini sendiri diresmikan langsung oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution bersama Menteri Kabinet Kerja lainnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini